Krista Interfood Dianggap Sebagai Mesin Baru Pariwisata Indonesia Melalui Inovasi dan Kolaborasi Ekonomi Berkelanjutan

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pariwisata mengumumkan penilaian positif terhadap Krista Interfood sebagai penggerak baru bagi industri pariwisata nasional. Pameran ini diharapkan mampu mengembangkan ekosistem gastronomi di Indonesia.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, menyatakan Krista Interfood 2026 akan menjadi wadah bagi pertemuan seluruh rantai ekosistem kuliner. Pameran ini menghubungkan setiap elemen dari hulu hingga hilir.
“Saya melihat penyelenggaraan Krista Interfood tidak hanya sekadar acara MICE biasa,” ujar Rizki. Ia menambahkan bahwa pameran ini lebih dari sekadar tempat jualan booth.
Rizki menegaskan pentingnya membangun ekosistem pariwisata, terutama di sektor kuliner. Hal ini terlihat dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk akademisi dan pelaku usaha.
“Kedepannya, kita harus melihat ini sebagai dukungan terhadap pengembangan ekosistem yang lebih menyeluruh,” tuturnya. Ia juga mendorong agar pelaku usaha wisata dengan paket gastronomi terlibat dalam pameran mendatang.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan program Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. Rizki menekankan bahwa berbasis budaya adalah akar dari gastronomi dan kuliner Indonesia.
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, mengungkapkan bahwa Krista Interfood 2026 akan menghadirkan sekitar 1.500 peserta dari 25 negara. Pameran ini akan berlangsung di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, dengan paviliun dari 12 negara.
“Hari ini kami memperkenalkan nama baru, Krista Interfood, sebagai platform nasional untuk industri makanan dan minuman Indonesia,” kata Daud.
Kementerian Pariwisata menilai model pameran ini menjadi bukti bahwa industri MICE berperan lebih sebagai penggerak pertumbuhan. Hal ini menghubungkan sektor pangan, budaya, pariwisata, dan perdagangan dalam satu ekosistem ekonomi.





