Ekonomi

IHSG Turun, Ekonom Yakini Sektor Riil Indonesia Masih Stabil

Jakarta, Maret.id — Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir dianggap tidak mencerminkan kondisi perekonomian riil Indonesia. Perekonomian negara ini masih menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun IHSG tercatat mengalami penurunan signifikan.

Ekonom InFast, Bestari Gede Sandra, menyebutkan bahwa koreksi pasar saham tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di bursa saham global. Ia mencatat bahwa bursa-bursa di Rusia, Hong Kong, Afrika Selatan, India, Maroko, Sri Lanka, Ceko, Islandia, dan Kuwait juga mengalami tekanan serupa.

Secara tahunan, IHSG mengalami penurunan terdalam hingga mencapai 31,95 persen. Penurunan tersebut lebih signifikan dibandingkan dengan bursa Rusia yang terpuruk 18,91 persen, Hong Kong 8,66 persen, dan India 8,07 persen.

Gede menilai pelemahan pasar saham ini tidak sejalan dengan kondisi ekonomi riil di sejumlah negara tersebut. Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi India yang mencapai 7,8 persen pada kuartal I-2026, sedangkan Indonesia tumbuh 5,6 persen.

“Kondisi ini menunjukkan fenomena decoupling, ketika pasar saham dan ekonomi riil bergerak ke arah yang berbeda. Kinerja pasar saham tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat sehari-hari,” kata Gede.

Lebih lanjut, Gede menambahkan bahwa pasar saham saat ini lebih sensitif terhadap sentimen global dan ketidakpastian geopolitik. Situasi di Selat Hormuz, menurutnya, menjadi satu di antara faktor yang masih menjadi perhatian investor, karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasar keuangan global.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Upaya-perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE) dan pembentukan PT DSI dinilai dapat membantu meningkatkan penerimaan negara serta memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

“Ekonomi riil Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Tantangannya adalah memastikan berbagai reformasi struktural dan perbaikan tata kelola berjalan efektif,” ujar Gede.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button