Ekonomi

KA Mutiara Selatan Catat 185.808 Pelanggan dalam Layanan

Jakarta, Maret.id — Kereta Api Mutiara Selatan melayani sebanyak 185.808 pelanggan relasi Bandung menuju Surabaya Gubeng pulang pergi. Jumlah penumpang itu meningkat sebesar 8,50 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penambahan 14.555 orang pada koridor jalur selatan. Sebelumnya, volume penumpang pada periode yang sama mencapai 171.253 orang.

Anne Purba, Vice President (VP) Corporate Communication KAI, menjelaskan pertumbuhan ini. Dia menyebutkan bahwa pelayanan tertinggi tercatat pada Maret 2026 dengan total 39.672 penumpang.

“KA Mutiara Selatan memiliki karakter perjalanan yang khas. Layanan ini menghubungkan Bandung dan Surabaya Gubeng melalui kota-kota penting di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pertumbuhan pelanggan pada lima bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa KA Mutiara Selatan tetap relevan untuk perjalanan keluarga, pendidikan, pekerjaan, wisata, dan kunjungan antarkota,” ujar Anne.

Perusahaan menyampaikan laporan kinerja bulanan pada hari Minggu, 28 Juni 2026. Volume penumpang Maret naik 43,62 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu yang mencatat 27.622 orang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total penduduk di wilayah lintasan sekitar 135,88 juta jiwa. Provinsi Jawa Barat berpenduduk 51,16 juta orang, sedangkan Jawa Tengah dihuni 38,57 juta jiwa.

Perjalanan wisatawan nusantara menuju wilayah Jawa Timur sepanjang 2025 tercatat sebanyak 217,20 juta perjalanan. Sementara itu, perjalanan wisata menuju Jawa Tengah mencapai 146,25 juta pergerakan.

Anne juga memaparkan sebaran titik pemberhentian penting bagi penumpang. Rute ini melewati stasiun besar seperti Bandung, Tasikmalaya, Yogyakarta, hingga Surabaya Gubeng.

“Masing-masing titik pemberhentian memiliki cerita dan kebutuhan pelanggan yang berbeda. Ada pelanggan yang naik dari Bandung menuju Yogyakarta untuk pendidikan, dari Priangan Timur menuju Surabaya untuk pekerjaan, atau dari Jawa Timur menuju Bandung untuk keluarga dan wisata. KAI terus menjaga layanan ini agar perjalanan pelanggan berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” kata Anne.

Kereta api ini mulai beroperasi pertama kali pada 17 Agustus 1972. Saat ini, koridor tersebut melayani perjalanan kelas eksekutif serta kelas ekonomi premium secara bersamaan.

Wisnu Pramudya, Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI, juga memberikan tanggapan resmi perusahaan. Manajemen mempertahankan nama legendaris ini karena nilai historisnya yang kuat bagi pelanggan.

“KA Mutiara Selatan merupakan layanan yang memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi mobilitas masa kini. Lebih dari lima dekade sejak pertama kali hadir, kereta ini tetap menjadi pilihan pelanggan di lintas selatan Jawa. Tugas KAI adalah menjaga warisan layanan tersebut dengan standar keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan yang terus ditingkatkan,” kata Wisnu.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button