Inflow SBN SRBI Tembus 9 Miliar Dollar AS BI Ungkap Penyebab

Jakarta, Maret.id — Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas di tengah tingginya ketidakpastian global.
Rapat koordinasi yang membahas hal ini digelar bersama Dewan Ekonomi Nasional, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, dan Kementerian Sekretariat Negara.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan kondisi global yang tidak menentu mendorong BI mengambil kebijakan jangka pendek yang fokus pada stabilitas pasar keuangan.
“Dalam situasi ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka kami di Bank Indonesia tentunya perlu membuat suatu kebijakan yang sifatnya memang jangka pendek untuk mencapai stabilitas. Dalam hal ini adalah kita bicara nilai tukar. Dan kebijakan tentu satu nilai tukar dan kedua likuiditas,” ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (29/62026).
Dalam upaya menjaga stabilitas rupiah, BI melakukan penyesuaian suku bunga acuan secara bertahap dengan kenaikan BI Rate sebesar 100 basis poin dalam sebulan terakhir hingga mencapai 5,75%.
“Nah, untuk nilai tukar bahwa dalam satu bulan terakhir ini kami memang sudah menaikkan BI Rate kami sebesar 100 basis poin, sehingga sekarang berada di posisi 5,75%,” ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Destry mengatakan penyesuaian kebijakan suku bunga turut memicu masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik.
“Yang terjadi kemudian adalah repricing atau penyesuaian harga, baik itu untuk instrumen yang diterbitkan oleh Bank Indonesia ataupun oleh pemerintah, yaitu SRBI dan SBN. Di mana dalam bulan Juni ini telah terjadi inflow yang cukup signifikan sehingga secara year to date dari Januari hingga akhir Juni tanggal 26 yang lalu, inflow yang masuk untuk portofolio SBN dan SRBI kita sudah mencapai sekitar 9 miliar US Dollar,” ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
“Jadi itu pertama tentunya confidence dari offshore yang tentu juga akan tercermin dari confidence ke masyarakat kita di Indonesia,” ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Selain kebijakan suku bunga, BI terus menjaga likuiditas pasar melalui berbagai instrumen operasi moneter untuk menghindari gejolak di pasar uang dan valas.
“Yang kedua untuk likuiditas, tentunya Bank Indonesia juga akan terus menjaga likuiditas di pasar dengan berbagai instrumen yang kami miliki,” ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
“Sebagai contoh untuk likuiditas di operasi moneter kami, kalau kita lihat di akhir bulan Mei, ekspansi yang kami lakukan sekitar 600 triliun, maka di akhir bulan Juni ini kami sudah melakukan ekspansi hingga 1.000 triliun, khusus untuk menjaga likuiditas agar tidak terjadi gejolak harga di pasar uang dan pasar valas kita,” ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.





