Ekonomi

Menhub Dorong Pemanfaatan Bandara Kertajati Dongkrak Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah mendorong optimalisasi Bandara Kertajati Majalengka sebagai kawasan perawatan pesawat dan pusat aktivitas industri kebandarudaraan.

“Kita terus mendorong Kertajati untuk dioptimalkan,” ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Pernyataan itu disampaikan Dudy menanggapi rencana pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Dia menegaskan pengaktifan Husein Sastranegara tidak akan mengurangi peran strategis Bandara Kertajati.

Menurut Dudy, kawasan Bandara Kertajati telah memiliki konsep pengembangan aviation park yang mendukung berbagai kegiatan terkait kebandarudaraan.

Pemerintah mendorong aktivitas perawatan pesawat, pemeliharaan, dan layanan pendukung lain untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Kertajati.

“Jadi tidak hanya penerbangan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan, seperti ‘maintenance’ dan sebagainya itu kita dorong supaya bisa memanfaatkan Bandara Kertajati,” ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Dudy menyebutkan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) sedang memindahkan kegiatan maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk helikopter ke kawasan Bandara Kertajati.

Selain itu, Kementerian Pertahanan tengah membahas rencana kerja sama dengan pabrikan asal Amerika Serikat Lockheed Martin dalam pembangunan fasilitas perawatan pesawat Hercules di Kertajati.

Pemerintah menyatakan terbuka terhadap seluruh kegiatan yang mendukung optimalisasi Bandara Kertajati, baik di sektor penerbangan maupun industri pendukung kebandarudaraan.

“Kita akan melakukan apapun dengan optimalisasi Bandara Kertajati. Jadi kita fokusnya adalah bagaimana supaya bandara tersebut itu bisa beroperasi secara optimal,” ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Pengembangan Kertajati diharapkan memperkuat kapasitas perawatan pesawat domestik dan menarik investasi untuk industri pendukung.

Pembicaraan dengan mitra internasional seperti Lockheed Martin menunjukkan upaya memadukan kebutuhan teknis militer dan sipil dalam kerangka penguatan infrastruktur nasional.

Sejumlah pihak terkait, termasuk operator MRO dan kementerian terkait, diharapkan segera merinci langkah teknis dan investasi untuk merealisasikan pengembangan kawasan tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button