Ekonomi

Harga Telur Anjlok, Peternak Minta Intervensi Pemerintah

Jakarta, Maret.id — Peternak ayam di Temanggung meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi anjloknya harga telur ayam yang berkisar Rp17.000-18.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kg.

“Langkah konkret yang bisa diambil mulai dari mempercepat distribusi jagung melalui program SPHP, lalu mempermudah regulasi impor bahan baku pakan, serta menjalankan program penyerapan telur untuk penanganan stunting,” ujar Buyung Adi Nugraha, Bendahara Koperasi Peternakan Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Temanggung.

“Anjloknya harga telur dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat serta berkurangnya penyerapan telur akibat liburnya sejumlah program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga stok telur menumpuk di tingkat peternak,” ujar Buyung Adi Nugraha, Bendahara Koperasi Peternakan Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Temanggung.

Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Temanggung terus menurun dalam beberapa pekan terakhir dan membuat banyak peternak merugi.

“Harga minimal agar peternak masih bisa bertahan berada di kisaran Rp 24.000 hingga Rp 26.000 per kg sesuai HAP pemerintah, dengan harga sekarang teman-teman peternak mengalami kerugian, apalagi harga pakan juga naik,” ujar Buyung Adi Nugraha, Bendahara Koperasi Peternakan Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Temanggung.

“Tren penurunan harga telah berlangsung hampir satu bulan dan terjadi hampir setiap hari, sehingga besaran kerugian pun bermacam-macam,” ujar Buyung Adi Nugraha, Bendahara Koperasi Peternakan Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Temanggung.

Guna menekan kerugian, sebagian peternak terpaksa mengurangi populasi ayam petelur melalui afkir dini.

“Namun langkah tersebut juga tidak efektif karena harga ayam afkir ikut anjlok hingga Rp11.000-Rp12.000 per kg atau sekitar Rp20.000 per ekor, jauh di bawah harga normal,” ujar Buyung Adi Nugraha, Bendahara Koperasi Peternakan Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Temanggung.

“Saat ini serba susah; mau mempertahankan ayam rugi karena harga telur rendah, tetapi diafkir juga rugi karena harga ayam afkir ikut jatuh,” ujar Buyung Adi Nugraha, Bendahara Koperasi Peternakan Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Temanggung.

Di Kabupaten Temanggung, produksi telur dari sekitar 300 peternak anggota KPUS mencapai 100 hingga 150 ton per hari. Kebutuhan konsumsi masyarakat setempat hanya sekitar 70 hingga 80 ton per hari sehingga kelebihan produksi selama ini dipasarkan ke berbagai daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button