Ekonomi

Pelindo Dukung Konsolidasi BUMN Logistik Perkuat Pasok RI

Jakarta, Maret.id — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyatakan dukungan terhadap konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik sebagai upaya memperkuat integrasi rantai pasok nasional, meningkatkan efisiensi, dan memperbaiki konektivitas distribusi.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan konsolidasi tersebut dimaksudkan untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antarpelaku logistik milik negara.

“Kami mendukung konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi,” ujar Achmad Muchtasyar, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva, bersama sejumlah entitas logistik BUMN melaksanakan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui BPI Danantara yang mendorong transformasi sektor logistik nasional.

“Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, dan layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif serta kompetitif,” ujar Achmad Muchtasyar, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Achmad menegaskan Pelindo berkomitmen mengawal proses transisi agar berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia.

“Ini bisa jadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi dan kompetitif,” ujar Achmad Muchtasyar, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen Aurelius Altius Rosimin menyatakan konsolidasi logistik BUMN sejalan dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membangun BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat, dan berdaya saing.

“Lewat konsolidasi kapabilitas, aset dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius Altius Rosimin, Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen.

Pada tahap awal konsolidasi, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya.

Sebagai pemegang saham mayoritas pada tahap awal, Pelindo memegang peran strategis dalam mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional.

Peran tersebut merupakan bagian dari komitmen Pelindo untuk memastikan proses transisi berjalan sesuai dengan roadmap dan memperkuat sinergi antarpelaku logistik BUMN.

Prosesi penandatanganan dihadiri oleh jajaran pimpinan BPI Danantara, pemegang saham, direksi BUMN, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses konsolidasi logistik nasional.

Sebagai bagian dari proses konsolidasi, tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung dalam satu entitas sebagai fondasi pembentukan holding logistik nasional.

Ketujuh entitas tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL).

Dalam proses tersebut, PT Multi Terminal Indonesia ditunjuk sebagai entitas penerima penggabungan atau surviving entity.

Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi konsolidasi sebagai langkah strategis memperkuat integrasi layanan logistik nasional.

Sejalan dengan fokus perusahaan sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi dan pengelola kawasan, PSL memandang konsolidasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi layanan sekaligus memperluas konektivitas antara pelabuhan, kawasan industri, dan hinterland.

“Sebagai bagian dari Pelindo Group dan pemegang saham PT MTI, PSL akan mengoptimalkan perannya dalam mendukung implementasi konsolidasi, khususnya melalui penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas port-to-hinterland,” ujar Faruq Hidayat, Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva.

Faruq menambahkan langkah konsolidasi membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia dan menegaskan kesiapan PSL memperkuat sinergi layanan logistik mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button