BKPM: Minat Investor Global ke Indonesia Dorong PMA

Jakarta, Maret.id — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan minat investor global ke Indonesia tetap kuat meski dinamika ekonomi dunia masih bergejolak.
FDI atau Penanaman Modal Asing (PMA) disebut sebagai indikator yang lebih akurat untuk menggambarkan kepercayaan investor jangka panjang.
“Menarik investasi bukanlah pekerjaan yang mudah di tengah situasi geopolitik global saat ini. Data menunjukkan investor asing tetap tertarik berinvestasi di Indonesia, hal ini tercermin dari realisasi investasi yang terus tumbuh, termasuk kontribusi Penanaman Modal Asing yang mencapai 50,1 persen pada Triwulan I 2026, ini membuktikan bahwa kepercayaan investor global terhadap Indonesia tetap terjaga,” ujar Dendy, dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi Penanaman Modal Asing pada Triwulan I 2026 mencapai Rp250,0 triliun atau 50,1 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp498,8 triliun.
Angka tersebut melanjutkan tren kenaikan PMA dari Rp147,2 triliun (TW I 2022), Rp177,0 triliun (TW I 2023), Rp204,4 triliun (TW I 2024), Rp230,4 triliun (TW I 2025), hingga Rp250,0 triliun pada TW I 2026.
Menurut Dendy, konsistensi pertumbuhan itu menegaskan posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik dan tercermin dari keberagaman negara asal investor, dengan Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang sebagai lima investor terbesar pada Triwulan I 2026.
“Yang lebih penting, investasi tidak hanya tercermin di pasar keuangan, tetapi juga mengalir ke sektor-sektor strategis yang meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, itulah manfaat nyata investasi yang dirasakan masyarakat,” ujar Dendy, dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Realisasi investasi sepanjang Triwulan I 2026 tercatat menyerap 706.569 tenaga kerja Indonesia, menunjukkan kontribusi nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan pembangunan di berbagai daerah.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyatakan akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan kepastian berusaha, serta penguatan kebijakan hilirisasi.
“Investasi hari ini menentukan masa depan generasi selanjutnya, karena itu mari bersama-sama menjaga iklim investasi yang semakin ramah bagi investor agar investasi terus tumbuh dan terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dendy, dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.





