Politik

Mas Dhito Salurkan Rp19 M Benih Jagung untuk 13.300 Hektare di Jatim

Jakarta, Maret.id — Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, telah menyalurkan bantuan 200 ton benih jagung senilai Rp19 miliar kepada petani di Kabupaten Kediri.

Bantuan ini ditujukan untuk mencakup 13.300 hektare lahan, dengan harapan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Sebanyak 200 ton benih jagung tersebut disalurkan kepada 683 kelompok tani yang tersebar di 26 kecamatan.

Mas Dhito menegaskan bahwa bantuan benih ini merupakan langkah pemerintah daerah untuk meringankan beban biaya yang dialami petani menjelang musim tanam. “Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan dukungan tambahan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan efisiensi dalam usaha tani. Mas Dhito menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada proses budidaya.

Menurutnya, kepastian harga hasil panen menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Untuk itu, ia memastikan bahwa hasil panen jagung akan diserap oleh Bulog dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. “Untuk komoditas jagung sudah ditetapkan Rp5.500 per kilogram diserap oleh Bulog,” ujar Mas Dhito, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.

Kabupaten Kediri saat ini memiliki sekitar 56.000 hektare lahan jagung dengan total produksi mencapai 392.000 ton. Rata-rata produktivitas jagung di daerah ini mencapai sekitar 7 ton per hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga berinteraksi langsung dengan para petani untuk mendengarkan kondisi di lapangan dan mendorong peningkatan produktivitas. Salah seorang petani dari Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Ahmad Rudianto, mengungkapkan bahwa lahan di wilayahnya mampu menghasilkan hingga 9 ton jagung per hektare.

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mendukung tingginya hasil panen adalah penggunaan pupuk organik yang berasal dari limbah peternakan. “Kita banyak menggunakan organiknya, karena di daerah kami selain bertani warga juga berternak,” tuturnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button