3 Strategi Pemerintah Terangi Indonesia, Pacu Ekonomi Desa

Jakarta, Maret.id — Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama untuk memperluas akses listrik hingga ke desa-desa terpencil sebagai bagian dari upaya mencapai target rasio elektrifikasi nasional yang mendekati 100 persen pada 2029.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan target tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.
“Strategi pencapaiannya dilakukan melalui tiga pendekatan,” ujar Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers, Kamis (2/7).
Strategi pertama adalah memperluas jaringan listrik ke wilayah yang lokasinya berdekatan dengan jaringan PT PLN (Persero) yang telah tersedia.
Strategi kedua meliputi pembangunan mini grid berbasis potensi energi setempat, termasuk energi baru terbarukan, untuk melayani permukiman komunal di wilayah terpencil maupun kepulauan.
Strategi ketiga berupa penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) individual yang dilengkapi baterai bagi permukiman yang tersebar dan dinilai tidak ekonomis untuk dijangkau jaringan listrik.
Program perluasan elektrifikasi tersebut sejalan dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 316.K/TL.03/MEM.L/2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik Tahun 2025–2029.
“Roadmap tersebut diarahkan untuk melistriki seluruh lokasi yang belum memperoleh akses listrik dari PLN. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada rumah tangga tidak mampu setelah jaringan listrik tersedia,” ujar Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).
Berdasarkan data resmi PT PLN (Persero), rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83 persen dari total jumlah rumah tangga di Indonesia dan rasio desa berlistrik tercatat sebesar 99,97 persen.
Sementara rasio elektrifikasi yang dilayani langsung oleh PLN telah mencapai 98,56 persen.
Pemerintah berharap perluasan akses listrik melalui tiga strategi tersebut dapat mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan kelistrikan secara optimal.





