Ekonomi

Keadilan untuk Masyarakat Madura: Transformasi LPG ke CNG yang Patut Diharapkan!

Jakarta, Maret.id — Konversi dari LPG (Liquefied Petroleum Gas) ke CNG (Compressed Natural Gas) dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat Madura. Gus Lilur, pendiri Bagasmara, menekankan bahwa perubahan ini tidak hanya berkaitan dengan energi, tetapi juga berkenaan dengan keadilan dan masa depan orang-orang di Madura yang merupakan daerah penghasil gas.

Selama ini, Madura dikenal sebagai penopang utama kebutuhan gas industri di Jawa Timur, terutama melalui sumber gas dari Kangean. Namun, kenyataan pahitnya, keuntungan ekonomi dari industri gas ini lebih banyak dinikmati oleh wilayah di luar Madura, sementara masyarakat setempat masih banyak yang hidup dalam keterbatasan.

Kesejahteraan Masyarakat Madura yang Terabaikan

Gus Lilur menyatakan bahwa situasi ini sangat ironis. Meskipun Madura kaya akan sumber daya alam, masyarakat lokal belum sepenuhnya menikmati nilai tambah dari pengelolaan gas bumi yang ada di daerah mereka. Untuk itu, Gus Lilur mendorong pemerintah agar menjadikan konversi ini sebagai momentum untuk memperluas manfaat energi bagi daerah yang menghasilkan gas, seperti Madura.

Dirinya menyerukan konsep AMPERA (Akselerasi Masyarakat Peduli Energi) agar masyarakat Madura bisa lebih terlibat dalam rantai bisnis gas nasional dengan cara yang adil. Dengan melibatkan pemerintah daerah, BUMD, koperasi, pesantren, dan pengusaha lokal Madura, Gus Lilur berharap ekosistem CNG dapat dikelola dengan lebih baik.

Madura sebagai Pusat Pengembangan CNG Nasional

Madura juga dinilai layak untuk dijadikan pusat pengembangan mother station atau induk stasiun gas CNG di tingkat nasional. Gus Lilur menekankan bahwa keterlibatan masyarakat Madura dalam pengelolaan gas tidak boleh sebatas simbolis, tetapi harus terwujud dalam kepemilikan saham dan pengelolaan usaha, termasuk dalam transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengupayakan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG dengan memaksimalkan penggunaan gas bumi domestik. Langkah ini melibatkan penggunaan CNG dan LNG sebagai alternatif energi yang lebih ekonomis bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Meningkatnya Konsumsi LPG dan Perluasan Gas Domestik

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa konsumsi LPG di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Penurunan produksi LPG domestik yang ada berkontribusi pada meningkatnya beban subsidi, serta mempengaruhi devisa negara akibat tingginya angka impor.

Laode mencatat, “Produksi LPG kita sejak tahun 2012 terus menurun. Jika kita tidak bisa melakukan konversi ke sumber yang lain, kita akan terus menambah impor LPG.”

Strategi konversi ini, menurut Laode, didukung oleh meningkatnya cadangan gas bumi nasional, yang mencapai 55,85 TSCF per Januari 2025. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan alokasi gas domestik agar pada tahun 2026 dapat melampaui porsi ekspor.

Rencana dan tahapan implementasi terkait konversi ini saat ini sedang disusun dan akan segera diumumkan secara resmi oleh Menteri ESDM. Penggantian LPG dengan CNG diperkirakan dapat menghemat biaya energi hingga 30 persen.

Di masa mendatang, Ditjen Migas bekerja sama dengan perusahaan distribusi gas dan asosiasi industri lainnya untuk memastikan kesiapan infrastruktur. Koordinasi ini akan dilakukan dengan hati-hati sebelum kebijakan konversi energi resmi diluncurkan oleh Menteri ESDM di tingkat nasional.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button