Program Diskon Kemendag Dorong Daya Beli dan Konsumsi

Jakarta, Maret.id — Pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat terhadap produk dalam negeri melalui berbagai program promosi dan kebijakan.
Kementerian Perdagangan menggelar program diskon di sejumlah pusat perbelanjaan dan department store sebagai bagian dari upaya tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan indeks keyakinan konsumen (IKK) merupakan salah satu formula untuk merangsang pertumbuhan daya beli produk lokal.
“Makanya kenapa kami membuat program-program diskon di department store sebagai salah satu cara bagaimana merangsang pertumbuhan atau daya beli terhadap produk-produk domestik,” ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan. Pernyataan itu disampaikan kemarin di Jawa Barat.
Upaya itu dilakukan setelah rilis Survei Konsumen Bank Indonesia yang menunjukkan IKK Juni 2026 berada di level 117, angka yang menempatkan masyarakat dalam zona optimistis terhadap kondisi perekonomian nasional.
Budi merinci program diskon seperti Belanja di Indonesia Aja (BINA) pada momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Mubarak, serta Merdeka Madness yang digelar oleh Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Selain itu, permintaan masyarakat terhadap produk fesyen dalam negeri menunjukkan tren positif dengan kenaikan 4,3 persen.
“Sekarang ini sebenarnya banyak porsi produk dalam negeri 60 persen. Pertama karena kualitasnya, tapi mungkin juga karena permintaan produk dalam negeri terus meningkat ya,” ujar Budi Santoso, Menteri Perdagangan.
Pemerintah menilai program-program ini dapat merangsang permintaan domestik dan memperkuat ekosistem ritel serta industri lokal menjelang momentum perayaan dan aktivitas belanja nasional.





