Ekonomi

Bapanas Pastikan Cadangan Beras 5,2 Juta Ton Amankan Pasokan

Jakarta, Maret.id — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan pemerintah telah memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk mengantisipasi musim kemarau dan potensi dampak El Nino, termasuk komoditas strategis selain beras.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan beras menjadi prioritas utama dalam upaya mencapai swasembada karena merupakan komoditas dengan konsumsi terbesar di Indonesia.

Pernyataan tersebut dikutip di Jakarta pada Kamis (9/7/2026).

“Swasembada itu artinya manakala suatu negara impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara kita ini tidak impor beras medium berarti telah swasembada sempurna,” ujar Andi Amran Sulaiman, Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian.

“Kenapa beras? Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan. Tambah telur, juga sudah swasembada. Tambah daging ayam, sudah swasembada. Jagung pakan, bawang merah, dan cabai juga. Minyak goreng kita suplai dunia. Presiden kita hebat. Capaian hari ini, pangan kita aman,” ujar Andi Amran Sulaiman, Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian.

Bapanas mencatat skor Pola Pangan Harapan (PPH) Indonesia 2025 menunjukkan konsumsi kelompok padi-padian mencapai lebih dari 50 persen dari total konsumsi pangan masyarakat.

Konsumsi pangan lainnya tercatat antara lain protein hewani 12,7 persen, minyak dan lemak 12,4 persen, sayur dan buah 6,8 persen, serta gula 4 persen, sedangkan sisanya berasal dari kacang-kacangan, umbi-umbian, buah atau biji berminyak, dan kelompok pangan lainnya.

Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi jauh sebelum musim kemarau tiba.

“Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) tahun 2023, alhamdulillah kita lolos. Kalau bulan Agustus sampai September, memang musim kering. Juni itu awal musim kering. (Lalu) Juli dan Agustus. Insya Allah pangan kita aman, terutama beras,” ujar Andi Amran Sulaiman, Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian.

Data Bapanas menunjukkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton per 8 Juli 2026, sementara Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tingkat provinsi tercatat 7,34 ribu ton hingga akhir Juni dan CPPD kabupaten/kota tercatat 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan pemerintah juga memperkuat stok berbagai komoditas pangan lain sebagai bagian dari strategi mitigasi menghadapi El Nino.

“Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kita,” ujar Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Bapanas.

“Salah satu bukti nyata kesiapsiagaan tersebut adalah Indonesia mempunyai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ada di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton. Ada pula stok CPP dengan komoditas selain beras,” ujar Sarwo Edhy, Sekretaris Utama Bapanas.

Selain beras, pemerintah mencatat stok cadangan antara lain jagung pakan 188 ribu ton, minyak goreng sekitar 1,1 ribu kiloliter, gula konsumsi sekitar 2,79 ribu ton, serta daging ayam sebanyak 38 ton.

Untuk komoditas yang mudah rusak seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Bapanas optimistis kebutuhan domestik dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri yang diproyeksikan masih mengalami surplus sepanjang tahun.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button