PNM dan Danantara Perluas Akses Keuangan 516 Jaringan 3T

Jakarta, Maret.id — Akses layanan keuangan di banyak wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) masih berarti perjalanan berjam-jam melintasi laut, pegunungan, atau menembus hutan demi bertemu layanan formal.
Di pulau-pulau kecil Natuna, Kepulauan Talaud, Maluku, dataran tinggi Papua, pedalaman Kalimantan, dan desa perbatasan Nusa Tenggara, tantangan geografis nyata menghambat pemerataan kesempatan ekonomi.
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menyatakan komitmen untuk berkontribusi mengatasi hambatan tersebut melalui perluasan jangkauan layanan.
“PNM hadir melalui 4.035 unit dimana 516 di antaranya berada di wilayah 3T. Artinya lebih dari 10% jaringan pelayanan PNM menjangkau wilayah-wilayah dengan medan yang penuh tantangan,” ujar Kindaris, Direktur Utama PNM.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (12/7/2026).
Kindaris menyatakan ketika perempuan prasejahtera, khususnya pelaku usaha ultra mikro, mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan, yang tumbuh bukan hanya usaha tetapi juga rasa percaya diri dan kemandirian keluarga.
Di bawah naungan Danantara Indonesia, PNM melihat momentum transformasi sebagai peluang memperkuat peran sebagai agen pembangunan melalui kolaborasi ekosistem yang lebih luas.
Dukungan ekosistem Dinantara disebut membuka ruang inovasi layanan, memperkuat kapasitas operasional, dan mendorong sinergi antar BUMN agar pembiayaan dan pemberdayaan menjangkau masyarakat yang selama ini berada di luar radar layanan formal.
PNM menegaskan pembiayaan hanyalah langkah awal dan keberlanjutan pemberdayaan menjadi pembeda utama.
Pendampingan usaha, penguatan kapasitas kewirausahaan, literasi keuangan, serta pembangunan karakter dikatakan menjadi fondasi agar setiap pembiayaan benar-benar mengubah kualitas hidup nasabah.
Transformasi PNM juga sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati dan program Danantara Indonesia CX100 yang mendorong BUMN membangun pengalaman pelanggan unggul.
Peran Account Officer digambarkan bukan sekadar petugas lapangan, melainkan pendamping yang mengenal kondisi nasabah, memahami tantangan mereka, dan tumbuh bersama dalam proses pemberdayaan.
“Keberhasilan bukan diukur dari seberapa jauh kami menyalurkan pembiayaan, tetapi seberapa jauh kami mampu menghadirkan harapan hingga ke wilayah yang paling sulit dijangkau. Di bawah naungan Danantara, kami memiliki optimisme yang lebih besar untuk memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan hingga pelosok Indonesia,” ujar Kindaris, Direktur Utama PNM.
PNM menegaskan komitmen mendukung transformasi Danantara dengan memastikan layanan yang efektif, mudah diakses, hangat, manusiawi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kondisi geografis Indonesia mendorong PNM memastikan tidak ada warga yang tertinggal hanya karena letak geografis.
Ketika akses layanan keuangan menembus pegunungan, pulau kecil, kawasan perbatasan, dan desa terpencil, pembangunan ekonomi diharapkan bergeser dari eksklusif menjadi sungguh-sungguh inklusif.





