Ekonomi

Pemerintah: Tarif Visa WNA Belum Naik, Devisa Terjaga

Jakarta, Maret.id — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan tarif visa kunjungan bagi warga negara asing.

Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Widiyanti mengatakan hingga kini Kementerian Pariwisata belum menerima informasi dari Kementerian Imigrasi mengenai rencana perubahan tarif visa kunjungan.

“Kami belum terinfo dari Kementerian Imigrasi mengenai peningkatan tarif ya, dan tentu itu saya rasa tidak ada rencana sejauh ini,” ujar Widiyanti Putri, Menteri Pariwisata.

Sebaliknya, menurut Widiyanti, pemerintah memperluas kemudahan akses bagi wisatawan mancanegara melalui kebijakan bebas visa kunjungan.

“Dan baru saja Kementerian Imigrasi merilis ada tambahan tiga negara yang mendapatkan bebas visa kunjungan ke Indonesia, sehingga per hari ini ada 19 negara yang diberikan bebas visa kunjungan,” ujar Widiyanti Putri, Menteri Pariwisata.

Dalam kesempatan yang sama, Widiyanti menyebut jumlah perjalanan wisatawan nusantara masih mencatatkan pertumbuhan sepanjang Januari–Mei 2026.

Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pariwisata, perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 mencapai 106,16 juta perjalanan atau naik 8,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif Januari–Mei 2026, jumlah perjalanan mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,88 persen dibandingkan 508,67 juta perjalanan pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Widiyanti, fluktuasi pertumbuhan bulanan merupakan kondisi yang wajar karena dipengaruhi faktor musiman.

“Jadi perbedaan angka pertumbuhan dari bulan ke bulan itu biasanya masih normal karena seasonality. Dan ini secara kumulatif kami sudah menyampaikan tadi angkanya lebih tinggi berdasarkan data BPS,” ujar Widiyanti Putri, Menteri Pariwisata.

Widiyanti menambahkan pemerintah masih menunggu data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengevaluasi dampak berakhirnya kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) tiket pesawat terhadap pergerakan wisatawan.

Berdasarkan pemantauan Kementerian Pariwisata pada periode 5 Juni hingga 2 Juli tercatat lebih dari 13,48 juta kedatangan di 16 provinsi, 10 destinasi pariwisata prioritas, dan tiga destinasi regeneratif.

Pergerakan wisatawan domestik pada periode tersebut didominasi menuju Bali, Pulau Jawa, dan Sumatera.

Data pemantauan tersebut akan digunakan untuk menilai dampak kebijakan terhadap pergerakan wisatawan domestik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button