Ekonomi

PINTU dan HIMAPEN Edukasi Mahasiswa soal Investasi dan Pasar

Jakarta, Maret.id — PT Pintu Kemana Saja (PINTU) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa & Pemuda Nagekeo Se-Jabodetabek (HIMAPEN) untuk meningkatkan literasi investasi di kalangan generasi muda.

Kegiatan bertajuk “Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas” menghadirkan sejumlah praktisi dan pengamat pasar modal serta aset digital.

Narasumber yang tampil antara lain Presiden Direktur PINTU Andy Putra, praktisi keuangan global Vier Abdul Jamal, Komisaris PT Adhikita Sekuritas Indonesia B. Hari Mantoro, Direktur Utama PT Smartin Advisor System Dr. Odang Supriatna, serta dimoderatori Jurnalis Senior Investor Daily Edo Rusyanto.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra menyatakan apresiasi atas antusiasme mahasiswa yang mengikuti acara tersebut.

“Kami mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam HIMAPEN atas terselenggaranya acara ini,” ujar Andy Putra, Presiden Direktur PINTU.

Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (16/7/2026).

Menurut PINTU, kolaborasi dengan organisasi mahasiswa menjadi langkah penting untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Perusahaan juga terus memperluas program edukasi mengenai perencanaan keuangan, investasi, serta pemanfaatan teknologi finansial secara bertanggung jawab.

Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek Aster Leta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada PINTU dan semua partisipan yang telah berkontribusi penuh untuk menyukseskan acara ini,” ujar Aster Leta, Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek.

Aster menjelaskan HIMAPEN adalah wadah bagi mahasiswa dan pemuda asal Nagekeo di Jabodetabek untuk membangun jaringan dan berbagi pengetahuan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mendapatkan pemahaman terkait edukasi tentang bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi termasuk cara berinvestasi serta instrumen investasi yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa,” ujar Aster Leta, Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek.

Peningkatan literasi investasi pada generasi muda dinilai krusial karena kelompok usia produktif kini menjadi kekuatan utama pasar investasi nasional.

Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 yang diterbitkan Indonesia Crypto Network (ICN), Coinvestasi, dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), sebanyak 81,6% pengguna aset kripto berasal dari kelompok usia 18–34 tahun.

Data Statistik Pasar Modal Indonesia dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa hingga April 2026 sekitar 55% investor berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun, sementara kelompok usia 31–40 tahun menyumbang sekitar 25% dari total investor.

Menutup paparannya, Andy Putra menegaskan komitmen PINTU untuk terus memperluas program edukasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami investasi aset digital secara tepat.

“PINTU berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi keuangan dan aset crypto yang mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda,” tutur Andy Putra, Presiden Direktur PINTU.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button