SPAM Canggih di Akmil Magelang Perkuat Ketahanan Pasokan Air

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menginisiasi proyek optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di lingkungan Akademi Militer (Akmil) Kota Magelang, Jawa Tengah untuk memperkuat ketersediaan air minum aman.
Proyek ini meliputi modernisasi tahapan filtrasi, pemanfaatan energi terbarukan, dan digitalisasi sistem pemantauan guna menjamin bahwa air yang didistribusikan memenuhi baku mutu kesehatan secara konsisten.
“SPAM bukan sekadar proyek infrastruktur melainkan bukti kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan diharapkan dapat mendukung peningkatan kesehatan masyarakat,” ujar Dody Hanggodo, Menteri PU.
Pembangunan yang dikerjakan melalui Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah telah rampung 100 persen dan dibiayai melalui APBN 2025 sebesar Rp4,3 miliar.
Alur pengolahan dirancang mulai dari sumber air menuju tahapan filtrasi utama yakni Unit Multi Media Filter (MMF) dan Unit Ultrafiltration (UF), dilanjutkan proses sterilisasi sebelum air didistribusikan ke area pelayanan.
Unit filtrasi berteknologi tinggi tersebut dirancang untuk memastikan kejernihan dan kualitas air hasil produksi memenuhi baku mutu secara konsisten.
Proyek juga menerapkan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang memungkinkan pemantauan jaringan air secara real-time sehingga alur perpipaan, pompa, dan tangki dapat dikontrol secara efisien dan cepat.
Konsep ramah lingkungan diwujudkan melalui pemanfaatan tenaga surya (solar cell) untuk memasok sebagian kebutuhan listrik unit pengolahan sebagai bentuk infrastruktur berkelanjutan dan hemat energi.
Sebagai bagian penting dari optimalisasi, disediakan unit Water Dispenser (WD) dan Water Fountain (WF) yang menjadi komponen utama dalam distribusi air minum langsung dan menempati 63 persen dari total bobot kegiatan.
Fasilitas WD dan WF tersebut disiapkan untuk memastikan akses air minum yang praktis dan higienis bagi penghuni serta pengguna di lingkungan Akmil.





