Kemenpar Luncurkan 5 Program Strategis Dorong Pariwisata

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pariwisata meluncurkan lima program strategis untuk memperkuat sektor pariwisata yang berkelanjutan, aman, berkualitas, dan berbasis teknologi.
Lima program tersebut meliputi peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, wisata berkualitas, Hidden by Indonesia, dan Tourism 5.0.
Seluruh program ditujukan untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Program pertama difokuskan pada peningkatan keselamatan wisata melalui edukasi, pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi bagi pelaku pariwisata, penyusunan standar keselamatan destinasi, serta pemetaan kawasan wisata rawan bencana.
Kemenpar juga memperkuat program desa wisata melalui pendampingan, pemberdayaan masyarakat, sertifikasi desa wisata, sertifikasi halal, hingga pengembangan koperasi desa.
“Untuk memastikan dampak ekonomi dari kegiatan penduduk wisata sampai ke unit ekonomi terkecil, kami memiliki program desa wisata,” kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.
Untuk program Wisata Berkualitas, pemerintah akan mengembangkan berbagai daya tarik wisata seperti gastronomi, wisata bahari, hingga wellness.
Program Wisata Berkualitas juga mencakup Gerakan Wisata Bersih, kurasi atraksi wisata, serta pembinaan destinasi pusaka.
“Program ini merupakan pemanfaatan yang khusus sebagai daya tarik seperti gastronomi, marine, wellness, kuasa, organisasi,” kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.
Melalui program Hidden by Indonesia, Kemenpar akan menggelar berbagai event untuk memperkuat identitas pariwisata Indonesia di tingkat internasional.
Program Tourism 5.0 difokuskan pada digitalisasi layanan pariwisata guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.
“Tourism 5.0 merupakan program digitalisasi dan pemanfaatan teknologi untuk pariwisata yang lebih efisien dan berkualitas,” kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan dan dikutip Sabtu (18/7/2026).
Kemenpar menyatakan langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi hingga ke tingkat komunitas lokal.
Penguatan aspek keselamatan, sertifikasi, dan digitalisasi dinilai penting untuk menjawab tantangan keselamatan serta persaingan pariwisata di kancah global.





