Kepastian Kebijakan Pemerintah Percepat Investasi Energi Surya

Jakarta, Maret.id — Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai kepastian kebijakan pemerintah menjadi faktor penentu untuk mempercepat investasi energi surya di Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa mengatakan keputusan investasi dari investor tidak hanya berdasarkan besarnya potensi energi surya, melainkan juga mempertimbangkan kepastian regulasi, kelayakan proyek, pengelolaan risiko, dan tingkat pengembalian yang kompetitif.
“Investasi pembangkit energi surya perlu berjalan bersama dengan pembangunan transmisi, interkoneksi, digitalisasi jaringan dan sistem penyimpanan energi. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas pembangkit yang dibangun, namun juga oleh kemampuan jaringan listrik untuk menampung dan memanfaatkan listrik yang dihasilkan,” ujar Fabby Tumiwa, Chief Executive Officer (CEO) IESR.
Ia menyatakan kepastian kebijakan harus diwujudkan melalui target pengembangan yang konsisten serta informasi transparan mengenai jadwal pelaksanaan proyek, lokasi pembangunan, dan kapasitas yang akan dibangun setiap tahun.
Kepastian yang diterjemahkan ke dalam pipeline proyek yang kredibel akan memberikan sinyal bahwa iklim investasi Indonesia stabil sekaligus memungkinkan investor menyiapkan pendanaan, rantai pasok, dan kebutuhan tenaga kerja sejak dini.
IESR menilai tersedianya proyek-proyek yang bankable serta dukungan instrumen pembiayaan menarik seperti concessional loan dan blended finance dapat mendorong minat investor untuk memanfaatkan potensi energi surya.
Selain itu, proses pengadaan yang efisien dengan kejelasan kontrak, pembagian risiko yang adil, serta mekanisme jual beli listrik yang jelas juga menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian bagi pengembang.
Pendekatan terpadu antara kebijakan, infrastruktur jaringan, dan instrumen pembiayaan diharapkan mempercepat pemanfaatan energi surya dalam mendukung transisi energi nasional.





