Prabowo: Danantara Tutup 250 BUMN Hemat Rp50 T Overhead

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara merupakan capaian penting dalam pengelolaan kekayaan dan aset negara.
Pernyataan disampaikan dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
“Danantara adalah suatu dana kedaulatan di mana tabungan-tabungan kekayaan aset-aset negara disatukan, dikonsolidasi, di-managed dengan rapi. Dan ini menjadi cadangan, ini menjadi energi untuk masa depan Indonesia. Untuk anak, cucu, dan cicit kita,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Presiden menyampaikan bahwa melalui Danantara, kekayaan negara yang selama ini sering tersebar dan sulit dipantau kini dapat dikonsolidasikan dengan lebih baik.
“Alhamdulillah, kita untuk pertama kali dalam sejarah kita punya dana kedaulatan ini, Danantara ini yang nilai asetnya bernilai lebih dari seribu miliar dolar. Yang selama ini sering tidak bisa kita pantau. Sering kita tidak mengerti kekayaan kita di mana,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Prabowo juga memaparkan bahwa Danantara telah melakukan penutupan dan penggabungan terhadap ratusan badan usaha milik negara (BUMN).
“Akhir 31 Juli mereka sudah menutup, mengonsolidasikan, memerger sehingga dari 1077 berkurang 250 BUMN,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah menargetkan jumlah BUMN dapat berkurang signifikan hingga maksimal 350 BUMN pada akhir 2026 sebagai bagian dari upaya penertiban tata kelola.
“Dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun. Gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transpor, bayar ini rapat kerja, Rp50 triliun,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Presiden memperkirakan angka penghematan tersebut masih dapat meningkat seiring berlanjutnya proses konsolidasi dan menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Danantara atas capaian awal.
“Desember 31 saya kira ini mungkin angka penghematan bisa naik, bisa-bisa bisa mendekati Rp70-80 triliun. Saya terima kasih dari pimpinan Danantara,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Melalui Danantara dan reformasi BUMN, pemerintah menegaskan komitmen membangun tata kelola aset negara yang lebih modern, efisien, dan produktif.
Langkah konsolidasi tersebut diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru yang memperkuat daya saing nasional sekaligus menjadi warisan ekonomi bagi generasi mendatang.





