Ekonomi

Pemerintah Targetkan E20 Wajib 2028

Jakarta, Maret.id — Pemerintah menargetkan pencampuran bahan bakar minyak dengan etanol 20 persen atau E20 diterapkan secara wajib pada 2028-2029. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan rencana itu dibahas dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2026). “Tadi juga dalam rapat dengan Bapak Presiden, memang proposal untuk etanol mandatory ini sudah kita lakukan sejak 2025 dan kajian kita sudah hampir selesai,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. “E20 itu dalam perencanaan yang kita akan tetapkan nanti sampai dengan 2028-2029,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. “Karena begitu etanol kita terapkan mandatory, maka kita bisa melakukan efisiensi atau penghematan terhadap impor BBM jadi untuk bensin,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. “Tetapi kita tidak pengin begitu; kita terapkan E20 tapi etanolnya kita impor, maka sekarang kita mempersiapkan industrinya dulu,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. “Nah industrinya di mana? Yaitu bahan bakunya adalah singkong, tebu, kemudian jagung dan beberapa komoditas lain,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. “Nah 1-2 tahun ini kita melakukan persiapan, setelah itu kita mandatory full E20,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button