Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9Miliar

Jakarta, Maret.id — Riau Bhayangkara Run 2026 di Pekanbaru tercatat menghasilkan efek ekonomi sebesar Rp58,9 miliar dan diikuti 15.080 pelari.
Analisis yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau menyebutkan estimasi tersebut berasal dari total belanja peserta sekitar Rp42,5 miliar yang dianalisis menggunakan pendekatan Tabel Input-Output (IO).
Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026, Karorena Polda Riau Kombes Daniel Widya Mucharam, menyatakan bahwa hasil analisis itu memperlihatkan manfaat ekonomi olahraga yang melampaui aspek kompetisi.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian Riau Bhayangkara Run 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. Yang paling membanggakan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Daniel Widya Mucharam, Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026 dan Karorena Polda Riau.
Daniel menekankan bahwa sebuah event olahraga dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat citra Provinsi Riau sebagai destinasi sport tourism.
“Kegiatan yang diselenggarakan harus mampu memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Bukan hanya sukses sebagai event olahraga, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujar Daniel Widya Mucharam, Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026 dan Karorena Polda Riau.
Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi menjelaskan penelitian dilakukan untuk mengukur dampak ekonomi langsung penyelenggaraan terhadap aktivitas ekonomi lokal.
Metode penelitian mengombinasikan survei terhadap 130 responden peserta dengan data penyelenggara dan dianalisis menggunakan Tabel Input-Output Provinsi Riau.
Dari simulasi menggunakan tabel IO, aktivitas belanja peserta tersebut menghasilkan total efek ekonomi sekitar Rp58,9 miliar terhadap perekonomian Riau.
Asep menyebutkan belanja peserta mengalir ke berbagai lapangan usaha seperti transportasi, hotel, restoran, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa lainnya.
“Dengan demikian, kegiatan seperti ini memiliki kontribusi yang positif dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal,” ujar Asep Riyadi, Kepala BPS Provinsi Riau.
Struktur pengeluaran peserta menurut Asep didominasi oleh pembelian perlengkapan olahraga, transportasi, konsumsi, akomodasi, dan oleh-oleh.
Peserta yang berasal dari luar Kota Pekanbaru cenderung memiliki pengeluaran lebih besar untuk transportasi, hotel, dan makan minum sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap sektor jasa dan pariwisata lokal.
Survei juga menunjukkan bahwa 95,4 persen responden meyakini Riau Bhayangkara Run mampu mendorong perekonomian masyarakat, sementara 98 persen peserta menyatakan bersedia kembali mengikuti event serupa.
“Temuan tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan peserta terhadap manfaat ekonomi sekaligus kualitas penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026,” ujar Asep Riyadi, Kepala BPS Provinsi Riau.
Event Director Sumatera Satu Event Organizers Rissandro Dian Pratama mengatakan dampak ekonomi yang dihasilkan merupakan buah dari perencanaan yang berorientasi pada pengalaman peserta.
“Kami merancang seluruh rangkaian kegiatan agar peserta tidak hanya datang untuk mengikuti lomba, tetapi juga menikmati berbagai layanan dan potensi yang dimiliki Provinsi Riau,” ujar Rissandro Dian Pratama, Event Director Sumatera Satu Event Organizers.
Rissandro menambahkan bahwa keterlibatan UMKM, hiburan, dan layanan selama peserta berada di Pekanbaru dirancang untuk membangun ekosistem event yang menggerakkan aktivitas masyarakat.
“Hasil analisis BPS yang menunjukkan adanya efek ekonomi hingga Rp58,9 miliar menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event olahraga yang dikelola secara profesional mampu memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi lari,” ujar Rissandro Dian Pratama, Event Director Sumatera Satu Event Organizers.





