IHSG Melemah Terdampak Tensi Geopolitik Timur Tengah

Jakarta, Maret.id — Setelah sempat menguat tipis hari ini, Jumat (24/7/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah mengikuti bursa saham global.
Pergerakan melemah dipicu kenaikan harga minyak global akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
IHSG dibuka melemah 48,33 poin atau 0,77% ke posisi 6.266,98, sementara kelompok 45 saham unggulan/Indeks LQ45 turun 6,66 poin atau 1,06% ke posisi 620,46.
“Apabila tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support 6.262, 6.181 hingga 6.103; sementara apabila mampu kembali menguat resistance berada di 6.377-6.394 dan 6.454,” ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Dari mancanegara dilaporkan ketegangan meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah, sehingga memperburuk gangguan distribusi minyak global.
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz dilaporkan turun sekitar 75%.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan AS akan meminta pertanggungjawaban Iran apabila serangan serupa kembali terjadi.
Ketegangan itu mendorong harga minyak mentah menembus level 100 dolar AS per barel dan meningkatkan ekspektasi inflasi sekaligus memperbesar peluang kebijakan moneter yang lebih ketat oleh bank sentral.
Sentimen tersebut menekan pasar saham global dan menjadi faktor yang dicermati investor domestik saat menilai arah pasar jangka pendek.





