Ekonomi

Minat Masyarakat Miliki Rumah Tinggi Dorong Pasar Properti

Jakarta, Maret.id —Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Hirwandi Gafar, mengatakan minat masyarakat untuk memiliki rumah tetap tinggi.

“Sampai akhir tahun, kalau dilihat dari keinginan masyarakat untuk memiliki rumah, masih tinggi,” kata Hirwandi Gafar, Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Ia menyatakan jika pasokan rumah baru terbatas, segmen rumah sekunder menjadi alternatif yang kerap dipertimbangkan pembeli.

BTN sedang menyusun basis data antrean calon pembeli yang dipadukan dengan rekam jejak menabung untuk mengukur kemampuan pembayaran angsuran.

“Nanti kami akan tahu dengan rekam jejak dia menabung. Lalu dicek sebenarnya kemampuannya berapa setiap bulannya,” kata Hirwandi Gafar, Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu bank menilai kapasitas keuangan calon debitur dan menyiapkan skema pembiayaan yang sesuai.

Data Bank Indonesia mencatat pertumbuhan KPR/KPA industri perbankan melambat menjadi 4,4 persen (yoy) pada Juni 2026 dari 4,7 persen (yoy) pada Mei 2026.

Secara keseluruhan, kredit properti tetap menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 17,6 persen (yoy) pada periode yang sama.

Hirwandi menyebut perlambatan KPR disebabkan beberapa kendala, antara lain ketersediaan lahan, proses perizinan, dan kebijakan lahan sawah yang dilindungi.

“Banyak faktor sebetulnya. Misalnya, di KPR subsidi sekarang masalah lahan juga menjadi masalah dari sisi perizinan. Apalagi sekarang ada isu lahan sawah dilindungi, itu juga memengaruhi,” kata Hirwandi Gafar, Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Ia menambahkan masyarakat kini juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan lain sehingga permintaan rumah dipengaruhi kondisi ekonomi secara terbatas.

Di tengah perlambatan tersebut, BTN mencatat kualitas pembiayaan perumahan bersubsidi tetap terjaga.

“Kualitas KPR subsidi per Juni sekitar 1 persen. Kredit konsumer secara keseluruhan juga bagus, di 2,7 persen,” kata Hirwandi Gafar, Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Angka NPL tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan BTN untuk memantau kesehatan portofolio kredit konsumer dan menyesuaikan strategi penyaluran pembiayaan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button