Bonus Kinerja Pabrik Gula Dibahas di Hadapan Pimpinan DPR

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima perwakilan Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara – PT Sinergi Gula Nusantara (SPBUN-SGN) di Kompleks Parlemen Senayan pada Rabu (29/7/2026).
Dasco didampingi Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini saat pertemuan tersebut.
Pertemuan membahas tuntutan apresiasi atau bonus kinerja yang diajukan serikat pekerja serta harmonisasi remunerasi pasca pembentukan holding Sinergi Gula Nusantara.
“Jadi, kita komunikasikan dengan Komisi VI, dengan karyawan, lalu kemudian kita kan memfasilitasi. Komisi VI memfasilitasi antara korporasi, antara PTPN, SGN dengan para karyawan dan akhirnya alhamdulillah ketemu di titik temu,” ujar Anggia Ermarini, Ketua Komisi VI DPR RI.
“Dalam pertemuan itu disepakati bahwa perusahaan bisa memberikan hak yang diminta karyawan sebagaimana tuntutan dari SPBUN untuk bonus kinerja,” ujar Anggia Ermarini, Ketua Komisi VI DPR RI.
“Apalagi PTPN itu kan luas banget ya, luas banget, karyawannya apalagi. Ini tentang gula, masa gula nggak ada manis-manisnya. Jadi kan ya, manis sekarang udah tersenyum manis nih, semuanya,” ujar Anggia Ermarini, Ketua Komisi VI DPR RI.
Ketua Umum SPBUN-SGN M. Rofi menjelaskan tuntutan apresiasi kinerja merupakan hak pekerja yang telah bekerja maksimal selama puluhan tahun.
“Selama 25 tahun karier saya di perkebunan itu selalu mendapatkan istilahnya apresiasi apresiasi kinerja. Tapi di tahun 2026 dikarenakan efek dari rembesan gula rafinasi, efek dari tetes yang tidak laku sehingga membuat perusahaan eh SGN ini agak kurang perform di tahun 2025, oleh holding tidak diberikan (bonusnya),” ujar M. Rofi, Ketua Umum SPBUN-SGN.
Rofi menilai penurunan pendapatan perusahaan pada 2025 lebih disebabkan faktor eksternal, termasuk rembesan gula rafinasi, harga impor bioetanol yang menekan pasar tetes, dan kondisi iklim yang kurang mendukung.
Rofi juga menyoroti kebutuhan harmonisasi renumerasi akibat penggabungan beberapa PT Perkebunan Nusantara menjadi holding besar SGN yang menimbulkan disparitas gaji dan tunjangan antar unit.
“Itu yang kami mintakan kepada holding PTPN dan difasilitasi oleh Komisi VI dan Pak Dasco. Sehingga aksi rencana aksi kami tanggal 28 (Agustus) ke Jakarta tidak terjadi. 23.000 total karyawan PT SGN dari 33 pabrik gula, itu yang tidak mendapatkan apresiasi kinerja di tahun ini,” ujar M. Rofi, Ketua Umum SPBUN-SGN.





