IKN Siap Terapkan Pembangkit Listrik Digital, Tarik Modal

Jakarta, Maret.id — Ibu Kota Nusantara (IKN) disebut sebagai wilayah yang paling siap infrastrukturnya untuk penerapan Virtual Power Plant (VPP) di Indonesia.
VPP adalah sistem pembangkit listrik digital yang menggabungkan banyak sumber energi kecil seperti panel surya rumah, turbin angin, dan baterai penyimpan daya agar bekerja bersama sebagai satu pembangkit besar.
Dalam pemaparan di Jakarta, Kamis (30/7/2026), Peneliti Pusat Riset Teknologi Kelistrikan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Abdul Wachid Syamroni menyatakan salah satu tantangan utama adalah kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.
“Saat ini sistem ketenagalistrikan kita, terutama jaringan kelistrikan, secara umum di manapun tidak didesain untuk berbasis renewable energy atau pembangkit yang berfluktuatif terhadap ketersediaan sumber daya alam,” ujar Abdul Wachid Syamroni, Peneliti Pusat Riset Teknologi Kelistrikan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kondisi tersebut tidak terjadi di IKN karena kota ini sejak perencanaan awal dirancang khusus untuk mendukung modernisasi sistem kelistrikan.
Salah satu bukti kesiapan IKN adalah pembangunan terowongan utilitas terpadu atau Multi Utility Tunnel (MUT) untuk infrastruktur bawah tanah.
“Jadi tidak ada kabel yang terlihat seperti yang kita ketahui bersama, mereka sudah melakukan underground tunneling yang disebut multi utility tunnel atau MUT,” ujar Abdul Wachid Syamroni, Peneliti Pusat Riset Teknologi Kelistrikan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Terowongan utilitas tersebut mengintegrasikan unsur-unsur penyaluran utama sehingga IKN memenuhi kriteria kelayakan penerapan teknologi yang bergantung pada digitalisasi data seperti VPP.
“Di dalam tunnel itu ada tiga unsur yang langsung dimasukkan; yang pertama listrik, yang kedua fiber optik untuk komunikasi data, dan yang ketiga gas,” ujar Abdul Wachid Syamroni, Peneliti Pusat Riset Teknologi Kelistrikan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Untuk wilayah di luar IKN, implementasi VPP wajib dibarengi dengan peningkatan infrastruktur seperti digitalisasi jaringan, ketersediaan data real-time, dan sistem keamanan siber untuk melindungi data sistem kelistrikan.
Beberapa kawasan pemukiman swasta mandiri berskala besar di Indonesia, misalnya area Serpong di Tangerang Selatan, telah memasang jaringan listrik bawah tanah sehingga secara infrastruktur dapat diintegrasikan dengan teknologi VPP.
Kesiapan infrastruktur IKN menjadi contoh bagi pengembangan VPP di wilayah lain yang membutuhkan investasi, peningkatan kapasitas digital, dan kebijakan pendukung agar transformasi energi terbarukan dapat berlangsung secara aman dan andal.





