Jakarta IP Market 2026 Dibuka Dorong Komersialisasi KI Lokal

Jakarta, Maret.id — Pembukaan Jakarta IP Market (JIPM) 2026 resmi digelar Rabu (29/7/2026) di Grand Ballroom Fairmont Jakarta.
Pergelaran kedua JIPM 2026 bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dengan mempertemukan kreator, pemilik kekayaan intelektual, pemilik merek, manufaktur, dan investor dalam satu ruang kolaborasi.
Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Chairman Jakarta IP Market Mochtar Sarman.
Hadir pula pelaku industri kreatif, akademisi, serta mitra industri dari dalam dan luar negeri.
Hari pertama JIPM 2026 diramaikan dengan tur pameran dan rangkaian konferensi strategis yang membahas peta jalan industri IP di Indonesia.
Penyelenggara menegaskan JIPM dirancang bukan sekadar ajang pameran karya tetapi juga berfungsi sebagai marketplace aktif.
Melalui wadah ini, para kreator lokal didorong menjalin kemitraan strategis mulai dari lisensi, kolaborasi produk, hingga investasi jangka panjang.
Mochtar Sarman menekankan pentingnya peran IP sebagai pilar keberlanjutan ekonomi kreatif.
Indonesia dinilai memiliki banyak IP potensial namun masih terkendala belum solidnya ekosistem yang menghubungkan kreativitas dengan sektor bisnis.
Dalam siaran pers yang dikutip pada Kamis (30/7/2026), penyelenggara menjelaskan harapannya terhadap pengembangan IP nasional.
“Kami percaya intellectual property memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif Indonesia; melalui Jakarta IP Market kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan para kreator dengan brand, investor, manufaktur, dan berbagai mitra strategis agar lebih banyak IP Indonesia dapat berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Mochtar Sarman, Chairman Jakarta IP Market.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap ekosistem kreatif.
“Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi kreatif Indonesia dan melalui Jakarta IP Market kami berharap semakin banyak intellectual property lokal yang tidak hanya dikenal oleh masyarakat tetapi juga mampu berkembang menjadi produk, kolaborasi, dan bisnis yang memiliki daya saing di tingkat regional maupun global, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus mendukung hadirnya ruang-ruang kolaborasi seperti ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif,” ujar Suharini Eliawati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta.
Konferensi hari pertama menyajikan diskusi panel lintas negara yang membahas konversi komunitas penggemar menjadi aset lisensi, optimalisasi media sosial sebagai inkubator IP baru, serta peluang di sektor merchandise, collectibles, dan trading card game.
Melalui program business matching dan forum diskusi terjadwal, peserta mendapatkan kesempatan riil memperluas jejaring bisnis selama dua hari pelaksanaan.
Rangkaian acara JIPM 2026 berlanjut Kamis, 30 Juli 2026, dengan fokus diskusi mendalam bersama pelaku industri dari Asia untuk merumuskan strategi menembus pasar global.
Penyelenggaraan ini diharapkan mendorong percepatan komersialisasi IP lokal dan meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia di kancah internasional.





