Ekonomi

Bahlil: Subsidi BBM Stabil, Pertamax Ikut Harga Minyak Dunia

Jakarta, Maret.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia.

Pemerintah menetapkan mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi berdasarkan Indonesia Crude Price (ICP).

Akibatnya, harga BBM nonsubsidi akan turun bila harga minyak dunia melemah dan akan naik bila harga minyak dunia meningkat.

“Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non-subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP (Indonesia Crude Price),” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik. Dan sekarang kan lagi turun,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Nah sekarang kan lagi turun kan,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Mengenai kemungkinan kenaikan di masa mendatang, Bahlil menyatakan dinamika tersebut tergantung pada perkembangan kondisi global.

“Ya tergantung kondisi geopolitik dunia,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Bahlil turut menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi sebagai bagian dari tanggung jawab negara terhadap pemenuhan kebutuhan utama masyarakat.

“Tapi yang penting gini lho. Yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting. Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen. Itu kan bagi yang mampu, bagi saudara-saudara kita yang mampu gitu lho. Tapi kalau yang 80 persen itu tetap menjadi bagian yang di tanggung jawab oleh pemerintah yaitu subsidi,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi yang berlaku mulai Agustus 2026.

Khusus di DKI Jakarta, harga Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter.

Harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter dari Rp19.300 per liter, sedangkan Pertamax Green turun menjadi Rp16.600 per liter dari Rp17.000 per liter.

Sementara itu, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Sejumlah badan usaha swasta seperti BP dan Shell juga melakukan penyesuaian harga BBM pada awal Agustus 2026.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button