Jokowi Eksploitasi Budaya untuk Tingkatkan Elektabilitas PSI

Jakarta, Maret.id — Modus seperti yang diterapkan oleh mantan Presiden Joko Widodo dalam safari politik di Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sorotan tajam. Menurut Sastrawan Politik Ahmad Khozinudin, tindakan tersebut tidak memerlukan keahlian akademis atau kemahiran dalam ilmu agama.
“Padahal, tujuan utama Jokowi bukan melestarikan tradisi dan budaya bangsa. Bukan pula untuk meningkatkan eksistensi para raja adat,” tegas Khozinudin. Ia menilai bahwa tujuan Joko Widodo sesungguhnya adalah mengeksploitasi budaya dan tradisi demi kepentingan politiknya.
“Yakni meningkatkan elektabilitas PSI,” imbuh Khozinudin. Ia juga mencatat bahwa Jokowi memiliki ambisi yang lebih besar, bukan sekadar untuk memastikan PSI lolos ke Senayan, tetapi ada kemungkinan bahwa Jokowi ingin kembali berkuasa melalui dinasti politiknya.
“Apalagi setelah syarat pencapresan disederhanakan. Tak ada lagi Presidential Threshold, setiap partai politik bisa mencalonkan capres. Itu artinya, PSI bisa mencalonkan capres sendiri,” tandas Khozinudin.





