Dunia

Demo ribuan pelajar dan pencari kerja dihentikan polisi India, pasar kerja Memanas!

Jakarta, Maret.id — Ribuan pelajar dan pencari kerja menggelar unjuk rasa di negara bagian Jharkhand, India timur, Senin (10/8/2026), menuntut reformasi penyelenggaraan ujian rekrutmen yang mereka nilai penuh ketidakberesan, namun aksi tersebut dibubarkan polisi dengan penyemprotan water cannon.

Aksi di Depan Parlemen Negara Bagian

Massa yang terdiri atas pelajar dan pencari kerja berupaya berjalan menuju kompleks parlemen negara bagian namun dihentikan aparat keamanan. Polisi menggunakan water cannon untuk membendung pergerakan demonstran dan beberapa peserta diamankan oleh petugas.

Protes yang Berkelanjutan

Aksi massa ini merupakan lanjutan dari demonstrasi yang telah berlangsung berminggu-minggu di berbagai wilayah Jharkhand. Sejumlah peserta bahkan melakukan mogok makan sebagai bentuk protes atas dugaan kebocoran soal dan praktik tidak transparan dalam proses rekrutmen.

Pihak pengunjuk rasa menuntut agar kasus ini diselidiki oleh lembaga federal untuk memastikan independensi proses. Mereka juga menyerukan reformasi menyeluruh terhadap lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas seleksi dan rekrutmen di negara bagian tersebut.

Tuntutan Politik dan Negosiasi

Pemerintah negara bagian yang dipimpin oleh partai regional yang berseberangan dengan Perdana Menteri Narendra Modi mengklaim telah memenuhi 98 persen tuntutan para demonstran. Meski demikian, para pelajar dan pencari kerja tetap menuntut jaminan penyelidikan tingkat federal serta langkah konkret untuk mencegah kecurangan di masa mendatang.

Aksi di Jharkhand ini muncul menyusul gelombang demonstrasi nasional pada beberapa pekan sebelumnya yang menuntut pencopotan Menteri Pendidikan, Dharmendra Pradhan, terkait dugaan kebocoran soal ujian dan berbagai ketidakberesan dalam sistem pendidikan. Tekanan terhadap pejabat pusat semakin menguat di tengah keresahan kaum muda.

Peran Partai Baru dan Pernyataan Publik

Koordinasi aksi dipimpin oleh Cockroach Janta Party, partai politik yang baru terbentuk dan menjadi respons terhadap pernyataan kontroversial seorang pejabat yudisial yang menyamakan kaum muda pengangguran dengan kecoak. Partai itu berperan sebagai pemersatu kelompok mahasiswa dan pencari kerja yang menuntut perubahan sistemik.

Menurut laporan media internasional, juru bicara Cockroach Janta Party, Ashutosh Ranka, menyatakan bahwa kepolisian masih menyelidiki sejumlah mahasiswa yang terlibat aksi di New Delhi pada Juli lalu, meskipun ada kesepakatan awal untuk menghentikan proses hukum terhadap mereka. Klaim tersebut memperlihatkan masih adanya ketegangan antara tuntutan aktivis dan langkah penegakan hukum.

Respons pemerintah pusat dan langkah penyelamatan reputasi administrasi menjadi perhatian publik, sementara demonstran menegaskan akan melanjutkan tekanan hingga ada hasil penyelidikan yang kredibel. Hingga berita ini ditulis tidak ada laporan korban jiwa, namun ketegangan di lokasi aksi memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.

Aparat negara bagian menyatakan akan terus berupaya menengahi aspirasi demonstran melalui dialog, namun demonstran menuntut bukti konkret atas janji-janji yang telah disampaikan. Situasi di Jharkhand dipantau ketat karena potensi dampaknya terhadap stabilitas politik dan kepercayaan publik terhadap proses seleksi kerja di India.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button