Revitalisasi Sekolah Rusak Jadi Prioritas di Daerah 3T

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menyatakan dukungannya terhadap percepatan revitalisasi sekolah dan satuan pendidikan yang mengalami kerusakan.
Ia menegaskan bahwa perbaikan sarana dan prasarana pendidikan merupakan prioritas agar anak-anak dapat mengakses pendidikan berkualitas.
Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menekankan bahwa program revitalisasi yang merupakan salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto perlu direalisasikan dengan tepat sasaran.
“Kami mendukung percepatan revitalisasi sekolah rusak yang diamanahkan Presiden Prabowo Subianto, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Jangan sampai ada anak-anak kita yang belajar dalam kondisi sekolah yang rusak dan tidak layak,” tutup Habib Syarief.
Pernyataannya disampaikan merespons pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan.
Presiden menargetkan seluruh sekolah, dari SD hingga pesantren, akan selesai direnovasi pada 2029, dengan target 71.744 satuan pendidikan direvitalisasi pada 2026.
Habib Syarief menekankan bahwa target besar tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan yang cepat, tepat sasaran, dan merata. Ia mengingatkan bahwa kualitas bangunan harus memenuhi standar keamanan bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Yang harus menjadi perhatian adalah kualitas revitalisasinya. Jangan sampai bangunannya diperbaiki tetapi beberapa waktu kemudian kembali mengalami kerusakan,” tegasnya.
Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan pada 2025, sebelum targetnya diperluas menjadi 71.744 satuan pendidikan pada 2026.
Habib Syarief menilai bahwa lingkungan belajar yang layak berkaitan erat dengan kualitas proses pendidikan anak.
“Anak-anak membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman agar dapat berkonsentrasi, mengikuti pembelajaran dengan baik, serta mengembangkan potensi dan prestasinya secara optimal,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah memastikan bahwa percepatan revitalisasi menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk sekolah di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
“Yang harus menjadi perhatian adalah kualitas revitalisasinya. Sekolah yang diperbaiki harus benar-benar menjadi tempat belajar yang aman, sehat, bersih, dan nyaman,” imbuh Habib Syarief.





