Politik

PDIP: Ekonomi Harus Mengusung Konsep Indonesianomics

Jakarta, Maret.id — DPP PDIP menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang mengangkat kembali asas Marhaenisme sebagai landasan filosofis dalam kebijakan ekonomi yang dikenal sebagai Prabowonomics.

Meskipun demikian, PDIP menekankan pentingnya Marhaenisme untuk tidak menjadi sekadar istilah politik. “Marhaenisme ini kan suatu asas, teori perjuangan, dan cara bagaimana Indonesia mencapai merdeka,” ujar Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada 17 Agustus 2026.

Hasto menjelaskan esensi Marhaenisme yang dicetuskan oleh Bung Karno, yang menekankan pada kedaulatan rakyat, terutama kaum petani dan pekerja kecil. Ia menegaskan bahwa jika Prabowonomics mengadopsi semangat tersebut, indikator utamanya harus terlihat dari penguatan alat produksi rakyat.

“Ketika kita berteriak ‘Marhaenisme’, maka bagaimana petani itu bisa berdaulat, bagaimana petani bisa mendapatkan tanah sebagai alat produksinya, mendapatkan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan kualitas produknya, serta benih-benih unggul karya anak bangsa,” kata Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan bahwa PDIP lebih mendorong penggunaan istilah “Indonesianomics”. Ia berpendapat bahwa konsep ekonomi Indonesia telah dirumuskan dengan kokoh oleh para pendiri bangsa melalui Pancasila, UUD 1945, dan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana demi mewujudkan cita-cita Trisakti.

Ia menekankan bahwa keberhasilan visi ekonomi seorang Presiden tidak ditentukan oleh nama atau penamaan konsep di awal, melainkan dari pengakuan rakyat atas hasil kerjanya. “Jadi bukan dari namanya dulu, tapi dari kerja konkretnya di dalam mengubah persoalan struktural memakmurkan rakyat, baru rakyat memberikan pengakuan,” pungkas Hasto.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button