Politik

Megawati Pidato 2,5 Jam DPD PDIP Jatim untuk Semangat Kader

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri, memimpin konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang berlangsung di Vasa Hotel Surabaya pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Konsolidasi ini dihadiri oleh seluruh pengurus DPD Jatim, DPC dari 38 Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur, serta anggota fraksi DPRD kabupaten/kota dan provinsi.

Dalam pidato tertutup yang berlangsung selama 2,5 jam, Megawati menekankan pentingnya persatuan dan kekuatan internal partai.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Hasto menyoroti keberhasilan wilayah ini dalam mempertahankan martabat partai melalui persatuan yang solid.

Ia secara khusus memuji ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, yang dianggap sukses dalam menggerakkan potensi kader di wilayah tersebut. “Terima kasih kepada Pak Said Abdullah atas seluruh orkestrasinya bagi banteng-banteng PDI Perjuangan Jawa Timur,” kata Hasto.

Program “Red Talk” dari Jawa Timur juga mendapat sorotan positif karena mampu bergema di tingkat nasional. Hasto menyebut program ini sebagai standar baru bagi inovasi program di daerah lain.

Hasto menjelaskan bahwa program ini berhasil menyampaikan pesan-pesan partai dengan cara menarik dan modern. “Ini sangat progresif, fenomena regenerasi yang berjalan pesat di Jawa Timur dengan semakin banyaknya anak muda di struktur partai tingkat bawah,” imbuhnya.

Jawa Timur dikenang sebagai pusat sejarah perjuangan partai, termasuk semangat militansi Surabaya saat Kongres Luar Biasa 1993. “Di Jawa Timur itu bergema ketika kongres luar biasa di Sukolilo tahun 1993,” tuturnya.

Pertemuan ini juga memperkuat nilai-nilai ideologis melalui peluncuran lagu “Bung Karno Bapak Marhaenisme” oleh Prananda Prabowo. Karya tersebut diharapkan dapat mengingatkan kader akan akar sejarah PNI hingga PDI Perjuangan.

Fokus utama dari lagu ini tetap pada perjuangan untuk membebaskan rakyat kecil atau kaum marhaen. Hasto menjelaskan visi strategis partai yang kini mulai memasukkan aspek keberlanjutan melalui pendekatan ekologis.

Ia mengutip konsep “deputation of life” dari Prananda Prabowo dan menekankan pentingnya dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Hasto mendorong para kader muda untuk mengadopsi semangat perjuangan Bung Karno.

“Struktur partai semakin ke bawah itu anak-anak muda makin banyak. Jadi dengan spirit anak-anak muda ya,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button