AMPB Diminta Utamakan Dialog dalam Aksi 27 Agustus 2023

Jakarta, Maret.id — Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta memberikan respons terhadap rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang akan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI pada 27 Agustus mendatang. Mereka mendorong AMPB untuk lebih mengedepankan dialog.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog yang konstruktif, saling menghormati perbedaan pandangan, serta menjaga ruang demokrasi agar tetap menjadi sarana penyampaian gagasan yang bermartabat dan berorientasi pada kepentingan bangsa,” kata Ikhsan Buyung Kalean, Koordinator BEM Persatuan di Rawamangun, Jakarta Timur, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Ikhsan, yang juga menjabat sebagai Presiden BEM Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, menyampaikan harapannya agar AMPB menyampaikan aspirasinya secara objektif. Dia menekankan bahwa setiap aspirasi harus disampaikan dengan tanggung jawab.
“Kami memandang penting untuk menyampaikan sikap secara objektif, proporsional, dan berlandaskan prinsip-prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi hak, tanggung jawab, serta kepentingan bersama,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ikhsan menegaskan bahwa Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta memiliki sikap tegas terkait rencana aksi AMPB. Salah satunya adalah menjunjung tinggi hak demokrasi dan tanggung jawab kewarganegaraan.
“Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat,” ungkap Ikhsan.
Ia juga mengajak semua pihak untuk melaksanakan penyampaian pendapat secara tertib, damai, dan bertanggung jawab serta memperhatikan kepentingan masyarakat luas. Terlebih, dia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi yang inklusif dan proporsional.
“Keberagaman pendapat merupakan kekayaan demokrasi yang harus dihormati bersama. Setiap narasi dalam penyampaian aspirasi harus dilakukan secara proporsional dan tetap menghargai perbedaan pandangan lain,” jelasnya.
Ikhsan berharap agar AMPB turut menjaga etika demokrasi dan menghormati institusi negara. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi untuk senantiasa menjaga etika demokrasi, ketertiban, serta menghormati simbol dan institusi negara,” tegasnya.
Dia juga mendorong AMPB untuk lebih mengutamakan dialog guna mencari solusi bersama. “Kami meyakini bahwa setiap aspirasi yang disampaikan dengan baik akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan kehidupan demokrasi,” tutur Ikhsan.
Dia menambahkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam negara demokrasi dan tidak seharusnya memperlebar jarak antar kelompok. “Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus membangun komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan mengedepankan semangat persaudaraan,” pungkasnya.





