Penanganan Demo 27 Agustus oleh TNI

Jakarta, Maret.id — Penanganan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026 oleh Polri mendapat pujian luas. Langkah ini dinilai lebih humanis dibandingkan dengan peristiwa sebelumnya, sehingga menuai apresiasi dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari Sandri Rumanama, aktivis nasional dan pendiri Kontra Narasi. “Beda dengan tahun lalu, aksi Agustus tahun ini pengamanan berjalannya aksi perlu diapresiasi, lebih humanis,” kata Sandri dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menambahkan, sebanyak 18.504 personel gabungan dari Polri dan TNI dikerahkan untuk memastikan aksi unjuk rasa berlangsung aman dan damai. “Aparat sudah tidak represif dan agresif ke pendemo, harus diberi apresiasi penuh,” ungkapnya.
Sandri juga menjelaskan bahwa masyarakat perlu berterima kasih kepada aparat yang telah bekerja keras di lapangan. “Mereka telah berhasil memetakan situasi di lapangan sehingga pengamanan aksi bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Dalam pantauan di lapangan, personel Polri dan TNI terlihat menjaga aksi sejak pagi hari. Mereka juga berperan dalam memadamkan kobaran api di beberapa titik, termasuk di gerbang DPR dan pos polisi di bawah flyover Slipi.
Kobaran api tersebut diduga disebabkan oleh para demonstran yang berunjuk rasa di depan gerbang DPR sejak pagi hingga petang. Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, siswa, hingga pengemudi ojek online (ojol) menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset.





