Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan 11 termasuk bayi dan petugas medis, Memanas!

Jakarta, Maret.id — Serangan udara Israel melanda sebuah bangunan dan beberapa kendaraan di Kfar Rumman, Lebanon selatan, Minggu (6/9/2026) malam, menewaskan sedikitnya 11 warga sipil dan melukai lima lainnya menurut laporan awal dari pihak lokal.
Rincian Serangan
Sebuah pesawat tempur dilaporkan menghantam bangunan tempat tinggal tiga lantai milik Dani Farhat yang berada dekat bundaran yang dikenal sebagai “Komunis” di Kfar Rumman.
Laporan menyebutkan bahwa serangan tengah malam itu menghancurkan struktur bangunan dan menyebabkan korban tewas serta luka-luka di lokasi kejadian.
Korban Jiwa dan Identitas
Di antara korban tewas terdapat dua bayi dan dua petugas medis yang sedang bertugas, menurut data awal dari tim penyelamat yang berada di lokasi.
Dua petugas medis yang dilaporkan tewas di dalam kendaraan sipil diidentifikasi sebagai Ali Shahrour dan Hadi Farhat, sementara nama-nama korban lainnya masih dalam verifikasi pihak berwenang setempat.
Upaya Penyelamatan dan Evakuasi
Tim penyelamat dari beberapa organisasi kesehatan dan bantuan segera menuju lokasi setelah serangan dan melakukan evakuasi terhadap korban yang masih dapat diselamatkan.
Petugas medis melaporkan bahwa mereka berhasil mengevakuasi jasad dan mengangkut sejumlah korban luka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk perawatan darurat.
Serangan Lain di Wilayah Sekitar
Selain Kfar Rumman, serangan udara dan serangan drone dilaporkan juga mengenai Kota Nabatieh al-Fawqa dan kawasan Arab Salim.
Sebuah rumah milik warga bernama Musa Sharara dilaporkan hancur dalam salah satu serangan tersebut, menambah daftar properti yang rusak selama insiden malam itu.
Situasi di beberapa desa dan kota kecil di selatan Lebanon dilaporkan tegang, dengan warga yang ketakutan dan banyak keluarga yang memilih mengungsi sementara.
Rumah sakit lokal dan organisasi kesehatan menghadapi tekanan meningkat akibat lonjakan pasien dan keterbatasan fasilitas medis di wilayah perbatasan.
Pihak berwenang setempat terus melakukan pendataan korban secara intensif untuk memastikan angka pasti dan identitas mereka, sementara akses ke beberapa lokasi masih terbatas akibat kerusakan infrastruktur.
Konsekuensi Kemanusiaan
Kombinasi serangan yang menargetkan bangunan tempat tinggal dan kendaraan sipil memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah yang telah lama terkena dampak konflik.
Organisasi bantuan internasional dan kelompok lokal di wilayah tersebut menyatakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah korban sipil dan kebutuhan darurat yang mendesak.
Kilang-listrik, akses air bersih, dan layanan dasar lainnya turut terdampak di beberapa titik, sehingga memperparah kondisi hidup masyarakat yang sudah rentan.
Relawan lokal dan badan bantuan bekerja untuk menyediakan layanan medis darurat, bantuan makanan, dan tempat penampungan bagi warga yang rumahnya rusak atau hancur.
Peringatan terhadap eskalasi lebih lanjut juga disampaikan oleh pengamat regional yang mencatat tingginya risiko dampak lintas-perbatasan jika serangan berlanjut.
Hingga kini, otoritas militer di pihak penyerang belum memberikan pernyataan resmi terperinci mengenai target dan alasan serangan malam itu.
Penghitungan akhir korban dan penilaian kerusakan terus dilakukan oleh otoritas sipil dan lembaga bantuan, sementara komunitas internasional memperhatikan perkembangan situasi di lapangan.





