Dunia

Raja Charles Komentari Buku Diana Spencer, Memanas Hubungan Diplomatik, Pasar Anjlok!

Jakarta, Maret.id — Charles Spencer meluncurkan pratinjau bukunya yang berjudul Swan Song: Diana, My Sister pada 16 September 2026 dan menyatakan karya itu akan resmi terbit pada 22 September 2026. Buku yang ditulis oleh adik mendiang Putri Diana ini memicu respons dari Istana Kerajaan serta mengundang perhatian publik karena memuat kenangan pribadi dan percakapan lama dengan anggota keluarga kerajaan.

Isi buku dan percakapan yang memanas

Dalam bukunya Spencer menuturkan percakapan telepon yang berlangsung tak lama setelah kematian Diana pada 31 Agustus 1997, yang menurutnya berkembang menjadi perdebatan sengit dengan Pangeran Charles, yang sekarang menjadi Raja Charles III. Spencer menulis bahwa percakapan itu berisi ledakan kemarahan dari pihak lawan pembicaraan dan jeda yang diartikan sebagai upaya menahan diri sebelum muncullah kata-kata yang menurut Spencer menunjukkan kebencian terpendam.

Kutipan yang kontroversial

Dalam bagian yang dipublikasikan, Spencer menyitir pernyataan yang menurutnya diucapkan dalam telepon, termasuk kalimat, “Yakinlah, kita akan segera melupakannya!” yang memicu reaksi emosional. Kalimat-kalimat tersebut menjadi salah satu fokus publik karena menggambarkan ketegangan internal keluarga pada masa berkabung.

Tanggapan Istana

Menanggapi isi buku tersebut, pernyataan resmi dari istana menyatakan bahwa pada prinsipnya pihak kerajaan tidak memberikan komentar terhadap buku, tetapi mengingatkan bahwa sakitnya kehilangan saudara dapat mengaburkan penilaian dan memengaruhi ingatan. Istana juga menekankan bahwa dampak duka dapat berlangsung bertahun-tahun dan mempengaruhi cara seseorang mengingat peristiwa yang intens.

Kontroversi seputar prosesi pemakaman

Spencer menulis bahwa perdebatan itu bermula dari pembahasan mengenai keputusan Pangeran William dan Pangeran Harry yang saat itu berjalan di belakang peti mati Diana dalam prosesi pemakaman. William, yang pada 2026 berusia 44 tahun, dan Harry, yang berusia 42 tahun, pernah menyatakan bahwa berjalan dalam prosesi adalah keputusan keluarga bersama, sementara memoar Pangeran Harry tahun 2023 berjudul Spare mengisahkan bahwa beberapa orang dewasa terkejut dan bahwa paman mereka, menurut pengakuan dalam buku itu, sangat marah terhadap keputusan tersebut.

Motivasi penulisan

Spencer menyatakan bahwa tujuan buku ini adalah menyampaikan kebenaran tentang Diana dari sudut pandang saudara laki-lakinya dan menegaskan niatnya untuk berbicara secara positif dan terbuka sebagaimana yang ia lakukan saat memberikan pidato penghormatan di pemakaman. Ia mengungkapkan bahwa gelombang permintaan wawancara menjelang peringatan 30 tahun kematian Diana memicunya untuk menulis secara lebih panjang lebar.

Reaksi pribadi penulis

Setelah merekam versi buku audio, Spencer menulis bahwa karya ini merupakan tulisan paling personal yang pernah ia buat dan menggambarkannya sebagai penghormatan sederhana seorang saudara kepada adik perempuannya. Ia juga menyatakan keyakinan bahwa Diana akan menyetujui kata-kata yang disampaikannya dalam buku itu.

Insiden pencurian salinan buku

Beberapa hari sebelum penerbitan, dilaporkan terjadi pencurian sejumlah eksemplar Swan Song: Diana, My Sister yang sedang diangkut, dengan empat salinan hilang dari sebuah truk di Belanda. Menurut keterangan yang beredar, pengemudi memarkir truk semalaman dan menemukan pembobolan keesokan paginya; polisi setempat disebutkan tengah melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Penerbit menyebut insiden pencurian itu sangat mencurigakan dan menyatakan semua langkah pencegahan telah diambil untuk mencegah kebocoran sebelum serialisasi, mengingat ekspektasi besar terhadap buku tersebut. Kejadian ini menambah dinamika menjelang hari peluncuran resmi yang dipantau ketat oleh publik dan pengamat keluarga kerajaan.

Buku Swan Song: Diana, My Sister diprediksi akan kembali mengangkat perbincangan tentang warisan publik Diana, hubungan internal keluarga kerajaan, dan bagaimana ingatan serta narasi pribadi membentuk pemahaman publik terhadap peristiwa sejarah. Reaksi dari keluarga dan publik setelah peluncuran resmi diperkirakan akan menjadi sorotan media internasional dalam beberapa hari mendatang.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button