Desakan Pecat Nusron, Ahmad Doli Siap Jadi Pengganti

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto ditekan untuk mengambil tindakan tegas dengan mencopot Nusron Wahid dari jabatannya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Desakan tersebut muncul untuk menjaga marwah pemerintahan di tengah penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.
Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Nasional, Eko Saputra, menyoroti perkembangan terbaru yang melibatkan KPK. “KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dan beberapa di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid,” tutur Eko dalam pesan elektronik. Namun, hingga kini, Nusron belum ditetapkan sebagai tersangka.
Eko mengingatkan bahwa presiden harus memastikan tata kelola pemerintahan berjalan baik dan menjaga kepercayaan publik. “Kami meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi dan mencopot Nusron Wahid dari jabatan Menteri ATR/BPN,” imbuhnya. Ia menekankan bahwa ini bukan berupa penghakiman terhadap proses hukum yang sedang berlangsung, melainkan sebuah tuntutan politik untuk menjaga kredibilitas pemerintah.
Sebagai alternatif, Gema Nasional mengusulkan Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, sebagai calon pengganti Nusron. Eko menilai Doli memiliki pengalaman yang relevan dalam bidang pemerintahan, termasuk di sektor pertanahan.
Meskipun demikian, Ahmad Doli Kurnia telah menegaskan bahwa Partai Golkar menghormati proses hukum KPK. “Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK,” ungkap Doli. Ia juga mendorong Nusron untuk memberikan klarifikasi publik apabila merasa tidak terlibat dalam kasus ini.
Eko selanjutnya menekankan pentingnya evaluasi terhadap menteri. “Presiden memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi terhadap menteri, dan kami meminta agar keputusan politik diambil segera,” tegas Eko.
Ia juga menambahkan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara objektif dan transparan. “Kami tidak ingin proses hukum dicampuradukkan dengan kepentingan politik, tetapi integritas dan akuntabilitas pemerintahan harus dijaga,” sambungnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Golkar, Sarmuji, mengungkapkan bahwa Nusron telah mengajukan pengunduran diri secara langsung kepada Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, meskipun ia tidak mengetahui alasan di balik keputusan tersebut. Sarmuji memastikan bahwa Nusron tetap berstatus sebagai anggota Partai Golkar hingga saat ini.





