Jatuhnya skuter listrik Australia meningkat 3 kali lipat, Waspada asuransi melonjak!

Jakarta, Maret.id — Jumlah warga Australia yang dirawat di rumah sakit akibat cedera dari insiden yang melibatkan skuter listrik meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2019 menurut laporan resmi terbaru. Data tersebut dirilis oleh Australian Institute of Health and Welfare (AIHW) pada Kamis (22/10/2026) waktu setempat dan menunjukkan lonjakan signifikan pada periode 2024–2025.
Lonjakan Kasus Rawat Inap
AIHW mencatat terdapat 4.089 kasus rawat inap akibat jatuh dari skuter bermotor pada 2024–2025, atau naik 216,7 persen dari 1.291 kasus pada 2019–2020. Angka rawat inap akibat jatuh dari skuter bermotor pada seluruh populasi meningkat dari 5,1 menjadi 14,9 kasus per 100.000 penduduk dalam rentang waktu yang sama.
Perbandingan dengan Skuter Manual
Sebaliknya, angka rawat inap yang melibatkan skuter manual justru turun, dari 6,8 menjadi 4,9 kasus per 100.000 penduduk selama periode yang sama. Perbedaan tren ini mencerminkan pergeseran pola penggunaan moda mikro-mobilitas yang semakin diwarnai oleh kendaraan bertenaga listrik.
Kelompok Usia dan Jenis Kelamin
Laki-laki menyumbang sekitar 69 persen dari keseluruhan kasus rawat inap akibat jatuh yang melibatkan skuter bermotor, menurut laporan AIHW. Kenaikan paling besar terjadi pada kelompok usia 12–15 tahun, di mana angka rawat inap melonjak dari 3,1 kasus per 100.000 penduduk pada 2019–2020 menjadi 33,4 kasus per 100.000 penduduk pada 2024–2025.
Tingkat rawat inap pada anak laki-laki usia 12–15 tahun tercatat jauh lebih tinggi yakni 54 kasus per 100.000 penduduk dibandingkan 12 kasus per 100.000 penduduk pada anak perempuan di kelompok usia yang sama. Perbedaan ini menyoroti kerentanan tertentu pada remaja laki-laki dalam kecelakaan yang melibatkan skuter listrik.
Cidera Tulang dan Beratnya Luka
Proporsi rawat inap yang disertai patah tulang meningkat dari 46 persen pada 2015–2016 menjadi 58 persen pada 2024–2025, menunjukkan bahwa cedera yang dialami cenderung lebih serius. Peningkatan fraktur ini memperbesar beban perawatan rumah sakit dan kebutuhan intervensi medis yang lebih intensif.
AIHW menegaskan bahwa walaupun data menunjukkan kenaikan frekuensi dan keparahan cedera, angka tersebut belum dapat membuktikan secara langsung seberapa besar peran peningkatan penggunaan skuter listrik dalam perubahan ini. Juru bicara AIHW, Jacqueline Rek, menyatakan bahwa tren tersebut sejalan dengan semakin populernya skuter listrik di Australia dalam beberapa tahun terakhir.
Peningkatan Klasifikasi dan Pengumpulan Data
Laporan AIHW juga menyebut adanya pembaruan kode klasifikasi yang diperkenalkan di rumah sakit pada Juli lalu yang akan memungkinkan pembedaan yang lebih jelas antara skuter listrik, sepeda listrik, dan perangkat mobilitas lainnya. Perbaikan pengkodean ini diharapkan menghasilkan data yang lebih akurat untuk analisis tren keselamatan dan kebijakan di masa mendatang.
Implikasi Kebijakan dan Keselamatan Publik
Lonjakan kasus rawat inap menimbulkan pertanyaan tentang kebutuhan regulasi, kampanye keselamatan, dan pengawasan penggunaan skuter listrik, khususnya di kalangan remaja. Para ahli keselamatan jalan dan otoritas kesehatan kemungkinan perlu mempertimbangkan langkah-langkah pencegahan seperti kampanye helm, batasan usia, atau aturan kecepatan untuk mengurangi risiko cedera serius.
Penguatan sistem pelaporan dan pengumpulan data akan menjadi kunci untuk merumuskan kebijakan berbasis bukti yang efektif, sementara intervensi preventif dapat mengurangi beban rumah sakit dan dampak jangka panjang pada korban. Laporan AIHW menjadi sinyal peringatan bagi pembuat kebijakan, operator layanan, sekolah, dan orang tua mengenai perlunya langkah terpadu untuk meningkatkan keselamatan pengguna skuter listrik.





