Dunia

Pemimpin Demokrat Senat AS ancam hentikan dukungan militer, pasar energi memanas!

Jakarta, Maret.id — Pemimpin Mayoritas Demokrat di Senat Amerika Serikat Chuck Schumer menyatakan pada Rabu (4/11/2026) bahwa Kongres akan berupaya mengakhiri keterlibatan militer AS dalam konflik dengan Iran, sembari menggarisbawahi adanya dukungan dari beberapa anggota Partai Republik.

Pernyataan Schumer di Washington

Schumer menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers di kantor pusat Komite Kampanye Senator Partai Demokrat di Washington DC. Ia menegaskan bahwa para pendiri negara memberi Kongres kewenangan atas anggaran sebagai mekanisme untuk mencegah presiden melancarkan perang tanpa persetujuan publik.

Dukungan Bipartisan yang Muncul

Menurut Schumer, beberapa senator Partai Republik telah bergabung dengan Demokrat dalam upaya tersebut, menandakan adanya dukungan bipartisan untuk mengakhiri operasi militer. Pernyataan ini datang setelah beberapa legislator menunjukkan keprihatinan tentang legalitas dan dampak politik dari konflik yang sedang berlangsung.

Konteks Pemilu Sela

Pernyataan Schumer disampaikan beberapa jam setelah Hari Pemilihan Umum ketika Partai Demokrat diproyeksikan merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat. Para anggota parlemen Demokrat menilai hasil pemilu sela sebagai mandat publik yang mendesak perubahan kebijakan luar negeri termasuk pengurangan keterlibatan militer.

Respons Presiden Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kepada The Wall Street Journal pada Selasa (3/11/2026) bahwa perang dengan Iran menjadi salah satu faktor kekalahan Partai Republik di sejumlah daerah pada pemilu sela. Trump menegaskan bahwa ia tidak menyesal atas kebijakan militer yang dilancarkan sebelumnya tahun ini, meski mengakui konflik itu berdampak pada performa partainya.

Langkah Kongres Sebelumnya

Pada Juni lalu, empat senator Partai Republik memilih bersama Partai Demokrat untuk mendukung resolusi kewenangan perang yang memerintahkan penarikan pasukan AS dari konflik melawan Iran. Resolusi tersebut muncul setelah serangkaian tindakan militer yang dilancarkan tanpa otorisasi resmi Kongres untuk menggunakan kekuatan militer.

Implikasi Penggunaan “Power of the Purse”

Para pemimpin Demokrat menyoroti kemampuan Kongres untuk memengaruhi kebijakan luar negeri melalui kontrol anggaran sebagai strategi utama. Jika didukung mayoritas, langkah pengurangan anggaran untuk operasi militer berpotensi memaksa penarikan pasukan atau membatasi kemampuan eksekutif untuk melanjutkan operasi tempur.

Reaksi anggota parlemen di kedua kubu masih akan menentukan langkah legislatif selanjutnya, termasuk pematokan jadwal pembahasan resolusi dan amandemen anggaran. Para analis politik memperingatkan bahwa proses legislasi bisa memicu konfrontasi politik yang intens antara Kongres dan kepresidenan.

Situasi ini juga menambah ketidakpastian dalam hubungan AS-Iran dan memicu perhatian internasional terhadap potensi perubahan kebijakan Washington. Para diplomat dan pengamat menilai bahwa hasil langkah Kongres, jika terealisasi, akan berdampak luas pada strategi keamanan regional serta upaya diplomasi di kawasan.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button