Cabai Rawit Merah Melesat ke Rp73.500, Tekan Daya Beli Konsumen!

Jakarta, Maret.id — Harga pangan pada pukul 10.00 WIB tercatat mengalami fluktuasi dengan cabai rawit merah mencapai Rp73.500 per kilogram dan telur ayam ras berada pada level Rp30.500 per kilogram menurut catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Sabtu (23/5/2026).
Bawang merah diperdagangkan pada harga Rp48.350 per kilogram sementara bawang putih tercatat lebih rendah pada Rp38.650 per kilogram.
Pergerakan Harga Beras
Pasokan beras menunjukkan rentang harga sesuai kualitas, di mana beras kualitas bawah I tercatat Rp14.600 per kilogram dan kualitas bawah II di level Rp14.450 per kilogram.
Beras kualitas medium I diperdagangkan pada Rp16.150 per kilogram, medium II Rp16.000 per kilogram, sedangkan kualitas super I dan super II masing-masing di harga Rp17.450 dan Rp16.950 per kilogram.
Tekanan pada Komoditas Cabai
Komoditas cabai menunjukkan tekanan harga yang berbeda antartipe, dengan cabai merah besar pada Rp57.550 per kilogram dan cabai merah keriting Rp54.900 per kilogram.
Cabai rawit hijau turut berada pada level relatif tinggi yaitu Rp54.150 per kilogram, menandakan volatilitas pasokan dan permintaan di segmen hortikultura.
Daging dan Produk Hewani
Harga daging ayam ras segar tercatat Rp38.500 per kilogram, yang berimplikasi langsung pada biaya protein hewani konsumen rumah tangga.
Sementara itu daging sapi diperdagangkan pada tingkat premium, dengan kualitas I seharga Rp148.300 per kilogram dan kualitas II pada Rp139.450 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng
Gula pasir premium dipasarkan pada harga Rp20.200 per kilogram dan gula pasir lokal di posisi Rp19.150 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah berada pada Rp20.600 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I dan bermerek II diperdagangkan masing-masing pada Rp23.900 per liter dan Rp23.100 per liter.
Pergerakan harga yang tercatat oleh PIHPS Nasional memberikan sinyal penting bagi analis pasar dan pembuat kebijakan mengenai dinamika pasokan, biaya distribusi, dan permintaan konsumen.
Kenaikan harga komoditas tertentu seperti cabai dan minyak goreng berpotensi menekan daya beli rumah tangga, terutama kelompok pendapatan rendah yang proporsi belanjanya untuk bahan makanan relatif tinggi.
Pemantauan rutin harga oleh lembaga terkait menjadi acuan bagi intervensi kebijakan untuk menjaga stabilitas pasokan dan meredam gejolak harga di pasar.
Pelaku usaha di sektor ritel dan pemasok diharapkan menyesuaikan strategi rantai pasok untuk merespons fluktuasi ini sambil mempertimbangkan dampak pada margin dan harga akhir bagi konsumen.





