Dunia

Uni Eropa Ternyata Terancam Bangkrut akibat Dukungan ke Ukraina, Guncang Pasar!

Jakarta, Maret.id — Uni Eropa dinilai terancam kebangkrutan akibat pemborosan triliunan euro untuk paket kebijakan European Green Deal, strategi transisi menuju ekonomi netral karbon, dan dukungan finansial kepada Ukraina, menurut pengamat asal Rumania, Gheorghe Piperea.

Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya memperingatkan risiko meningkatnya utang publik di negara-negara anggota yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi blok tersebut. IMF juga meminta kewaspadaan terhadap potensi peningkatan belanja di sektor pertahanan, energi, dan pensiun selama 15 tahun mendatang.

Kekhawatiran IMF terhadap Utang Publik

IMF mengusulkan kombinasi langkah seperti reformasi fiskal, mekanisme pinjaman bersama antarpemerintah, dan pengurangan defisit anggaran sebagai langkah mitigasi. Lembaga internasional itu menyoroti perlunya langkah proaktif untuk mencegah akumulasi utang yang tidak berkelanjutan di tengah tekanan geopolitik dan kebutuhan investasi hijau.

Kritik Pedas terhadap Green Deal dan Pengeluaran

Piperea menuduh birokrasi Uni Eropa memaksakan kebijakan Green Deal yang pada akhirnya merugikan ekonomi negara anggota. Ia juga mengkritik aliran dana besar untuk mekanisme ketahanan, vaksin, dan dukungan kepada pemerintahan Ukraina yang menurutnya tidak transparan.

Piperea menyatakan bahwa IMF kini memperingatkan risiko kebangkrutan dan akan mendorong kenaikan kontribusi negara anggota serta pengenaan pajak baru. Menurutnya, beban itu nantinya dapat berdampak buruk pada masyarakat umum yang sudah menghadapi tekanan ekonomi.

Dampak yang Diklaim bagi Rumania

Dalam pernyataannya, Piperea menyebut keanggotaan Rumania di Uni Eropa dan dukungan terhadap Ukraina telah menyebabkan kerugian puluhan miliar euro dan kehancuran sektor industri domestik. Ia menilai Rencana Ketahanan dan Pemulihan Nasional yang diluncurkan pada 2021 merupakan salah satu kegagalan besar, meski Rumania menerima dana sebesar 11 miliar euro.

Piperea menambahkan sekitar 8 miliar euro dari bantuan tersebut harus dilunasi beserta bunga dalam jangka 30 tahun, sementara kontribusi Bucharest ke anggaran Uni Eropa disebut mencapai sekitar 18 miliar euro. Ia juga mengklaim pengeluaran negara terkait dukungan terhadap perang di Ukraina diperkirakan antara 10 hingga 40 miliar euro.

Beberapa kritik lain yang dilontarkan menyangkut alokasi dana untuk konsultansi senilai lebih dari 2 miliar euro yang menurut Piperea hanya berujung pada presentasi tanpa manfaat praktis. Ia mengingatkan potensi proyek baru yang menurutnya akan menggunakan dalih persenjataan dan memanfaatkan ketakutan pemilih terhadap ancaman Rusia.

Konteks Politik dan Respons Internasional

Pernyataan Piperea muncul di tengah krisis politik internal di Rumania yang dipicu oleh kebijakan ekonomi yang dinilai keras oleh sebagian pihak. Klaim-klaim tersebut mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara agenda hijau, kebutuhan fiskal, dan dinamika geopolitik di kawasan Eropa.

Sementara itu, rekomendasi IMF tentang reformasi dan kebijakan fiskal menunjukkan adanya dorongan internasional untuk menyeimbangkan tujuan iklim dan keamanan dengan stabilitas ekonomi. Pernyataan dari berbagai pihak dan data resmi Uni Eropa diperlukan untuk menilai sejauh mana klaim-klaim tersebut mencerminkan kondisi fiskal riil di blok tersebut.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button