Mojtaba Khamenei Ajak Rakyat Tolak Narasi AS, Memanas Ketegangan dan Risiko Ekonomi!

Jakarta, Maret.id — Ratusan warga Iran berkumpul di Teheran pada Kamis (4/6/2026) untuk memperingati haul ke-37 wafatnya pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Upacara di makam Khomeini menampilkan pembacaan pidato, pengibaran bendera nasional, dan penyelenggaraan doa bersama oleh para peserta.
Peringatan dan Seruan dari Keluarga Khomeini
Cucu Imam Khomeini, Ahmad Khomeini, tampil dan mengutip pernyataan sang kakek dengan menegaskan penggambaran Amerika Serikat sebagai “setan besar”. Dalam pidatonya ia menyinggung sejumlah insiden berdarah yang menurutnya mencerminkan ancaman eksternal terhadap rakyat Iran.
Keberadaan ribuan peserta tampak jelas pada rekaman video yang beredar, di mana para jamaah terlihat melingkari makam dan membawa atribut keagamaan. Sebuah kursi peringatan juga dipajang untuk menghormati jasa dan warisan Ruhollah Khomeini dalam sejarah Republik Islam Iran.
Pesan dari Kantor Pemimpin Tertinggi
Perwakilan kantor Pemimpin Tertinggi Iran membacakan pesan resmi yang memperingatkan tentang upaya pihak luar untuk menimbulkan keraguan dan perpecahan di kalangan publik. Pesan itu menyerukan keteguhan, kesadaran, persatuan, dan saling percaya sebagai cara menanggulangi narasi yang disebutnya berasal dari musuh.
Dalam imbauannya, kantor Pemimpin Tertinggi menekankan kebutuhan menolak penggambaran negatif dan propaganda yang dapat melemahkan ketahanan sosial dan memengaruhi proses pengambilan keputusan negara. Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya soliditas nasional dalam menghadapi tekanan internasional.
Tuduhan atas Serangan di Minab dan Reaksi Internasional
Dalam kesempatan tersebut, beberapa pembicara merujuk pada serangan di sebuah sekolah perempuan di Minab yang menewaskan puluhan warga, mayoritas anak-anak menurut laporan setempat. Pemerintah Iran menuding pihak asing, termasuk Amerika Serikat dan Israel, terlibat dalam insiden itu, meskipun tuduhan tersebut dibantah atau tidak diakui oleh pihak yang disebut.
Pihak berwenang Israel menyatakan tidak memiliki informasi tentang operasi di lokasi yang dimaksud, sementara pernyataan dari pejabat militer Amerika Serikat menempatkan lokasi itu dalam konteks fasilitas militer aktif, menurut klaim yang beredar. Ketidakpastian soal pelaku dan motif serangan menambah tensi di tengah lonjakan retorika politik.
Makna Sejarah dan Kontemporer Haul Khomeini
Haul ke-37 ini kembali mengingatkan peran Ruhollah Khomeini dalam pembentukan Republik Islam pascar revolusi 1979, serta pengaruhnya pada politik Iran kontemporer. Khomeini wafat pada 3 Juni 1989 pada usia 89 tahun, namun peringatan semacam ini terus menjadi momen konsolidasi identitas politik dan religius bagi pendukungnya.
Kehadiran massa dari berbagai penjuru negeri yang melakukan perjalanan ke Teheran mencerminkan bahwa peringatan tersebut masih menjadi barometer penting bagi kestabilan politik domestik dan pesan-pesan yang ingin disampaikan elite Iran kepada publik dan dunia internasional.





