Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Memanas dan Mengancam Pasokan Minyak Global!

Jakarta, Maret.id — Iran secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu, 20 Juni 2026, melalui pernyataan dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya. Pengumuman itu menempatkan salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia pada status tertutup menyusul peningkatan ketegangan regional.
Langkah Teheran diumumkan sebagai respons langsung atas apa yang disebut pelanggaran terhadap nota kesepahaman perdamaian dan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon selatan. Otoritas Iran menuding Amerika Serikat tidak menghormati komitmen dalam MoU yang baru ditandatangani dan menyalahkan Israel atas kelanjutan serangan di perbatasan Lebanon.
Alasan Penutupan dan Klaim Teheran
Kepemimpinan militer Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz merupakan tindakan balasan atas situasi yang dinilai melanggar kesepakatan damai. Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan diambil sebagai upaya menekan pihak-pihak yang dianggap mengingkari komitmen mereka.
Di sisi diplomatik, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengonfirmasi bahwa tim negosiasi segera berangkat ke Swiss untuk upaya darurat. Delegasi tersebut diberi mandat untuk menuntut pemenuhan komitmen dari pihak-pihak yang terkait, termasuk menekan Washington agar mempengaruhi pihak lain agar menghentikan agresi.
Gencatan Senjata yang Singkat
Eskalasai yang memicu penutupan Selat Hormuz terjadi hanya sehari setelah gencatan senjata antara Lebanon dan Israel diberlakukan. Gencatan itu muncul menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang diproyeksikan mengurangi konflik di kawasan.
Namun, laporan situasi di lapangan menunjukkan gencatan senjata tersebut runtuh dalam tempo singkat karena serangkaian serangan udara dan penggunaan drone di Lebanon selatan. Setidaknya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan yang berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, sementara militer Israel menyatakan serangannya sebagai respons terhadap lebih dari 50 proyektil yang diklaim diluncurkan ke posisi pasukannya.
Impak Regional dan Global
Penutupan Selat Hormuz dipandang sebagai ancaman serius bagi stabilitas keamanan regional dan pasokan energi global karena perairan tersebut menjadi jalur utama ekspor minyak dari Teluk. Gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia dan mengguncang rantai pasokan energi internasional.
Selain dampak ekonomi, langkah ini juga meningkatkan kekhawatiran tentang eskalasi militer yang lebih luas dan potensi keterlibatan aktor internasional. Pengamat menilai bahwa upaya diplomatik yang sedang berlangsung harus dipercepat untuk mencegah konflik yang lebih meluas dan meredam tekanan di pasar global.
Pihak-pihak terkait sejauh ini memberikan reaksi beragam dan pemantauan internasional terus berlangsung. Perkembangan lebih lanjut diperkirakan akan mengikuti negosiasi darurat yang dilakukan delegasi Iran di Eropa dan respons dari komunitas internasional terhadap penutupan jalur pelayaran strategis ini.





