Menara Eiffel Tutup Lebih Awal, Unjuk Rasa Memanas Ganggu Pariwisata Prancis!

Jakarta, Maret.id — Menara Eiffel di Paris ditutup lebih awal pada Selasa (23/6/2026) dan Rabu (24/6/2026) waktu setempat menyusul gelombang panas ekstrem yang membuat suhu di beberapa bagian ibu kota Perancis mencapai sekitar 40 derajat Celsius.
Penutupan Mendadak di Tengah Gelombang Panas
Pengelola menara menghentikan akses pengunjung mulai pukul 16.00 waktu setempat sehingga banyak wisatawan terkejut mendapati gerbang terkunci lebih cepat dari jam operasional biasa. Rekaman dan foto yang beredar menunjukkan kerumunan orang berkumpul di luar pagar sambil membaca pengumuman penutupan yang dipasang di pintu masuk.
Reaksi Wisatawan
Seorang wisatawan asal Amerika menggambarkan kekecewaan karena berencana mengunjungi ikon Paris itu pada hari kunjungannya namun tiba-tiba menemui penutupan. Wisatawan lain yang baru pertama kali ke Paris mengatakan meskipun sedih, penutupan tersebut dapat dimengerti mengingat kondisi cuaca yang ekstrem.
Tanggapan Warga dan Pengelola
Beberapa penduduk setempat menyambut baik keputusan penutupan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari gangguan kesehatan publik akibat kepadatan dan suhu tinggi. Pengelola menara menyatakan semua pemegang tiket yang terdampak penutupan akan menerima pengembalian dana secara otomatis dan diarahkan untuk informasi lebih lanjut melalui saluran resmi.
Pengelola juga menegaskan bahwa keputusan bersifat sementara dan diambil untuk keselamatan pengunjung serta staf, terutama ketika kondisi lapangan dinilai berisiko bagi kesejahteraan publik. Langkah ini menjadi bagian dari protokol darurat yang dapat diterapkan kembali jika gelombang panas berlanjut atau memburuk.
Latar Sejarah dan Dampak Pariwisata
Menara Eiffel, yang dibangun untuk Pameran Dunia tahun 1889 dan awalnya direncanakan bertahan sekitar 20 tahun, kini berdiri setinggi sekitar 330 meter dan menjadi simbol estetika serta teknik industri Perancis. Struktur itu merupakan salah satu destinasi wisata paling banyak dikunjungi di negara tersebut dengan rata-rata pengunjung tahunan mencapai jutaan, sehingga penutupan pada puncak musim panas berpotensi menimbulkan gangguan pada jadwal wisatawan internasional.
Penutupan berulang atau berkepanjangan pada masa gelombang panas dapat mempengaruhi aktivitas pemandu wisata, operator tur, dan sektor hospitality yang bergantung pada arus pengunjung ke monumen ikonik ini. Pengelola dan otoritas setempat diharapkan terus memantau situasi cuaca untuk menentukan langkah selanjutnya demi menjaga keselamatan publik.
Masyarakat dan wisatawan disarankan mengikuti pembaruan resmi mengenai jam operasional dan kebijakan pengembalian tiket sebelum merencanakan kunjungan selanjutnya ke Menara Eiffel.





