Dunia

Barat AS Memanas: Kebakaran Hutan Mengganggu Pelabuhan, Tekan Pasar Energi!

Jakarta, Maret.id — Kebakaran hutan melanda 37 titik di wilayah Barat Amerika Serikat, dipicu oleh gelombang panas, kondisi kering berkepanjangan, dan angin ekstrem yang menyulitkan upaya pemadaman pada Kamis, 25 Juni 2026.

Skala dan kondisi terkini

Pusat Koordinasi Antarlembaga Nasional Amerika Serikat (NICC) melaporkan enam kebakaran besar baru tercatat dalam 24 jam terakhir, sehingga total insiden aktif terus meningkat. Negara itu berada pada Tingkat Kesiapsiagaan Nasional Level 3 dengan sekitar 6.762 personel yang ditugaskan untuk menangani sekitar 70 insiden aktif di seluruh wilayah barat.

Layanan prediktif kebakaran memperkirakan potensi kebakaran di atas normal di sebagian besar wilayah Barat hingga akhir Juni karena musim dingin dan awal musim semi yang lebih hangat serta lebih kering dari biasanya. Akibatnya kelembapan bahan bakar turun ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya di separuh bagian selatan Great Basin, sementara beberapa area di Barat Daya melaporkan kondisi kekeringan salju yang parah.

Fokus di Utah: Kebakaran Cottonwood dan dampaknya

Kebakaran Cottonwood di Hutan Nasional Fishlake, yang terletak di medan terjal Pegunungan Tushar, menjadi insiden paling besar dan berkembang sangat cepat hingga mencapai luas sekitar 247 kilometer persegi dalam satu hari. Api yang berkobar dengan perilaku ekstrem mengancam banyak bangunan dan infrastruktur penting sehingga memicu perintah evakuasi serta penutupan area publik, jalan, dan jalur pendakian.

Beberapa bangunan di area resor dan komunitas pondok gunung rusak, dan pemilik fasilitas melaporkan belum ada korban jiwa yang diketahui hingga saat ini. Upaya pemadaman di medan terjal terhambat oleh kondisi cuaca yang terus mendukung ekspansi api, sehingga penutupan tambahan dan peringatan keselamatan diberlakukan di sekitarnya.

Kebakaran Iron Fire di dekat kota Eureka di Utah dilaporkan meluas hingga sekitar 150 kilometer persegi dan saat itu dilaporkan terkendali sekitar 23 persen. Sementara itu, Kebakaran Hastings di barat laut Dugway menutup area seluas sekitar 107 kilometer persegi dan kondisinya berhasil dikendalikan sekitar 70 persen.

Kondisi hidrologi dan deklarasi darurat

Divisi Sumber Daya Air Utah menyebut cadangan salju pada 2026 berada pada catatan terendah sepanjang sejarah, sehingga seluruh negara bagian diklasifikasikan mengalami kondisi kekeringan. Gubernur Utah Spencer Cox sebelumnya mengeluarkan deklarasi darurat karena kekeringan ekstrem pada Mei, yang menandai semua 29 kabupaten di negara bagian itu mengalami kondisi kekeringan parah atau ekstrem saat deklarasi diterbitkan.

Tekanan kekeringan ini turut meningkatkan kerentanan bahan bakar vegetasi terhadap pembakaran dan memperpendek masa yang dibutuhkan api untuk berkembang menjadi insiden besar. Kondisi ini juga memaksa otoritas setempat untuk mengurangi akses ke kawasan hutan dan meningkatkan pembatasan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.

Situasi di Nevada, Arizona, dan New Mexico

Di Negara Bagian Nevada, Kebakaran Grapevine dekat Caliente terbakar pada area sekitar 94 kilometer persegi dan dilaporkan belum terkontrol sepenuhnya pada periode laporan. Kebakaran Kane Springs tercatat membakar sekitar 69 kilometer persegi dengan tingkat penanganan sekitar 45 persen dan dipantau ketat karena ancaman terhadap jalur kereta api di wilayah tersebut.

Di Arizona, dua kebakaran besar — Pocket Fire di Hutan Nasional Coconino dan Sycamore Fire di Hutan Nasional Tonto — mengancam bangunan serta infrastruktur energi, memicu kesiagaan di komunitas sekitarnya. Di wilayah Barat Daya juga muncul kebakaran baru berukuran kecil hingga sedang, seperti White Tail di Arizona seluas sekitar 3,5 kilometer persegi dengan penanganan sekitar 10 persen dan Canyon Venado di New Mexico sekitar 3,7 kilometer persegi tanpa penanganan awal.

Respons pemerintah dan upaya penanggulangan

Badan Manajemen Keadaan Darurat Federal (FEMA) menyetujui hibah bantuan manajemen kebakaran untuk beberapa insiden, termasuk kebakaran besar di Utah, guna mendukung upaya respons dan pemulihan. NICC dan otoritas negara bagian serta lokal terus mengoordinasikan alokasi sumber daya, penempatan personel, serta prioritas pengamanan aset kritis dan pemukiman yang terancam.

Di wilayah Great Basin tercatat sekitar 2.067 personel ditugaskan untuk menangani 12 insiden aktif, di mana sembilan di antaranya masih belum terkendali, menunjukkan tekanan operasional yang signifikan terhadap sumber daya. Otoritas menegaskan bahwa perilaku api yang ekstrem dan kondisi medan seringkali membatasi opsi taktis, sehingga evakuasi, penutupan area, serta upaya mitigasi proaktif menjadi fokus utama.

Peringatan kepada publik tetap ditekankan agar warga mematuhi perintah evakuasi, menghindari aktivitas berisiko di luar ruangan, dan melaporkan titik api sedini mungkin. Proyeksi cuaca dan evaluasi bahan bakar vegetasi akan terus dipantau karena potensi kebakaran diperkirakan tetap meningkat di beberapa bagian wilayah Barat setidaknya hingga akhir Juni.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button