Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Tempat Pamer Kekuatan, Memanas Risiko Pasokan Minyak!

Jakarta, Maret.id — Iran memperingatkan bahwa Selat Hormuz bukan arena unjuk kekuatan militer bagi negara-negara di luar kawasan, dan menegaskan posisi sebagai salah satu penjamin keamanan jalur perairan strategis itu. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, melalui platform X.
Posisi Iran dan Oman sebagai penjamin keamanan
Gharibabadi menegaskan bahwa tanggung jawab keamanan Selat Hormuz berada di tangan Iran dan Oman, dan menyebut campur tangan militer asing sebagai ancaman terhadap stabilitas regional. Pernyataan itu menegaskan kembali klaim Tehran atas peran sentralnya dalam menjaga kebebasan navigasi di perairan yang dianggap sangat sensitif secara strategis.
Respons terhadap pernyataan bersama Inggris dan Prancis
Kritik Iran muncul setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menerbitkan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya memulihkan pelayaran aman di Selat Hormuz. Starmer dan Macron menyatakan bahwa kerja sama diperlukan untuk memastikan kapal-kapal dari semua negara dapat melintasi jalur itu tanpa hambatan, dan mereka menyebut Oman telah setuju untuk bekerja sama dengan Inggris dan Prancis dalam upaya tersebut.
Isu kedaulatan dan keamanan maritim
Teheran menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keterlibatan pihak ketiga dalam bentuk aksi militer atau patroli yang dapat menimbulkan ketegangan, dan mendesak agar prioritas diberikan pada dialog politik serta penghormatan terhadap kedaulatan wilayah. Pernyataan Iran menggambarkan kekhawatiran bahwa kehadiran militer dari negara-negara di luar kawasan dapat memperbesar risiko insiden yang berdampak pada lalu lintas internasional.
Pakar keamanan maritim menilai bahwa ketegangan semacam ini berpotensi memengaruhi persepsi risiko armada dagang dan asuransi kapal, yang pada gilirannya dapat berdampak pada biaya dan rute pelayaran dunia. Meski demikian, sejumlah negara menggarisbawahi perlunya langkah konkrit untuk memastikan jalur pelayaran tetap terbuka dan aman bagi kepentingan komersial global.
Iran menekankan pentingnya mekanisme regional untuk mengelola ketegangan dan menolak solusi yang dianggap meminggirkan peran aktor kawasan. Pernyataan Gharibabadi juga mengingatkan bahwa langkah-langkah sepihak oleh kekuatan luar dapat merusak upaya stabilisasi dan meningkatkan risiko konfrontasi.
Sementara itu, pemerintah Oman belum mengeluarkan pernyataan publik panjang mengenai peran spesifiknya dalam kerja sama dengan Inggris dan Prancis, tetapi diketahui bahwa Muskat kerap menempuh jalur diplomasi aktif untuk menjaga stabilitas perairan teritorialnya. Para analis mencatat bahwa peran Oman sebagai negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz menjadi faktor penting dalam dinamika regional.
Komunitas internasional diharapkan mendorong dialog lintas-negara untuk meredam eskalasi dan mencari mekanisme bersama yang menghormati kedaulatan sekaligus menjamin kebebasan navigasi. Dalam situasi yang sensitif ini, upaya diplomasi dan koordinasi multilateral dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan militer semata.





