Dunia

Disney PHK Gelombang Ketiga Dirumahkan Ratusan Pekerja Pixar

Jakarta, Maret.id — The Walt Disney Company mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan karyawan pada Selasa (21/7/2026) sebagai bagian dari upaya efisiensi biaya dan perampingan struktur organisasi global. Keputusan ini diambil setelah perusahaan meninjau portofolio proyek, memperketat anggaran produksi, serta menerapkan integrasi lintas divisi untuk mempercepat fokus pada proyek yang dianggap strategis.

PHK Terarah ke Berbagai Divisi

Perusahaan menyatakan pemangkasan menyasar sejumlah fungsi korporat, unit televisi, jaringan olahraga, dan studio film di bawah payungnya. Juru bicara Disney mengatakan notifikasi kepada karyawan yang terdampak mulai disampaikan pada Selasa pagi, namun manajemen belum merinci jumlah pasti di tiap divisi.

Angka global yang tercatat pada penutupan tahun fiskal 2025 menunjukkan Disney memiliki sekitar 231.000 karyawan di seluruh dunia, dengan 172.000 di antaranya berbasis di Amerika Serikat. Pemangkasan terbaru ini menjadi gelombang lanjutan dari serangkaian restrukturisasi yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun berjalan.

Dampak Signifikan pada Pixar dan National Geographic

Di sektor film, Pixar Animation Studios menjadi salah satu divisi yang paling terdampak dengan pengurangan tenaga kerja yang dilaporkan mencapai kurang dari 10 persen dari total sekitar 1.100 karyawan. Pemangkasan terjadi meski Pixar mencatat kesuksesan box office baru-baru ini, termasuk pendapatan film besar yang menembus pasar global.

Sementara itu, unit televisi seperti National Geographic mengalami pengurangan staf signifikan, terutama pada jaringan kabel, tim editorial, dan operasi. Sekitar seratus posisi dilaporkan terhapus di grup televisi ini, dan beberapa pegawai dari jaringan berita juga terkena imbas restrukturisasi.

Integrasi ESPN dan Pengaruh Akuisisi

Di lini olahraga, Presiden ESPN Jimmy Pitaro menyampaikan bahwa pengurangan terjadi sejalan dengan proses integrasi aset baru, termasuk langkah konsolidasi setelah akuisisi beberapa jaringan. Evaluasi internal yang dilakukan selama beberapa bulan membuat manajemen memutuskan untuk merampingkan tumpang tindih fungsi demi mengoptimalkan operasi.

Manajemen menegaskan langkah integrasi bertujuan menyelaraskan konten dan distribusi, meski penggabungan tersebut berimplikasi pada pengurangan posisi tertentu yang dinilai redundan. Dampak terhadap program dan jadwal belum dijelaskan secara rinci, namun perusahaan menyatakan akan terus mengutamakan kualitas konten dalam penataan kembali ini.

Gelombang PHK Berulang dan Reaksi Industri

Pemutusan kali ini merupakan gelombang ketiga dalam kurun waktu beberapa bulan, setelah konsolidasi fungsi pemasaran pada Januari 2026 dan penghapusan sekitar 1.000 posisi pada April. Serangkaian kebijakan itu dilakukan di bawah kepemimpinan CEO The Walt Disney Company Josh D’Amaro yang menekankan efisiensi dan fokus strategis jangka panjang.

Kebijakan perampingan memicu kritik dari pekerja dan pengamat industri kreatif yang menilai transformasi korporat tersebut mengabaikan kontribusi tenaga kreatif dan operasional. Beberapa karyawan menyatakan keprihatinan bahwa kesuksesan komersial sebuah produk tidak lagi menjamin keamanan pekerjaan, sehingga menimbulkan ketidakpastian di sektor hiburan dan ekonomi lokal.

Perusahaan menyatakan akan memberikan paket pesangon dan dukungan transisi bagi karyawan yang terdampak sesuai kebijakan internal dan ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan. Pihak manajemen menegaskan komitmen untuk melanjutkan investasi pada proyek prioritas sambil menerapkan struktur yang dianggap lebih efisien untuk menghadapi tantangan pasar global.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button