Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina Siap Kembali, Memanas Pasar dan Ketegangan Regional!

Jakarta, Maret.id — Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina yang hidup dalam pengasingan di India selama dua tahun terakhir menyatakan akan kembali ke negaranya sebelum akhir tahun ini.
Rencana Kepulangan
Dalam rekaman audio yang dipublikasikan, Hasina mengatakan tanggal kepulangannya akan diumumkan kemudian dan menegaskan tekadnya untuk kembali kepada rakyat Bangladesh. Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi intens mengenai waktu dan konsekuensi politis dari kembalinya tokoh politik itu ke tanah air.
Tuntutan dan Pesan Politik
Hasina juga menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain pencabutan larangan terhadap partainya, Partai Liga Awami Bangladesh, penghentian apa yang ia sebut kasus-kasus palsu terhadap dirinya dan anggota partainya, serta pemulihan kebebasan berbicara di negara tersebut. Pernyataan tersebut mencerminkan upaya Hasina untuk memposisikan kembalinya sebagai langkah untuk menghidupkan kembali jalur kemajuan yang menurutnya telah terganggu.
Peluncuran Rekaman dan Konteks Pengasingan
Audio itu dirilis dalam sebuah acara media di klub jurnalis di ibu kota India untuk memperingati dua tahun sejak Hasina digulingkan setelah unjuk rasa pada 2024, menurut keterangan yang beredar. Momen publikasi tersebut menegaskan bahwa kembalinya Hasina bukan hanya persoalan pribadi, melainkan juga simbolis bagi pendukungnya dan tantangan bagi rezim yang berkuasa di Dhaka.
Respon Pemerintah Bangladesh
Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Salahuddin Ahmed, menyatakan Hasina akan ditangkap bila kembali karena ia telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Pernyataan itu menegaskan sikap keras pemerintah terhadap upaya kembalinya Hasina dan menandai kemungkinan benturan hukum segera setelah dia menginjakkan kaki di Bangladesh.
Pemerintah Bangladesh juga mengatakan telah berupaya mengekstradisi Hasina dari India berdasarkan perjanjian bilateral serta telah mengirimkan pengingat setelah permintaan ekstradisi pertama kali diajukan oleh pemerintah sementara. Dokumen dan proses yang disebutkan oleh pejabat membuat kepulangan Hasina berpotensi memicu proses hukum lintas negara yang kompleks.
Partai Liga Awami Bangladesh disebut akan menghadapi persidangan, sementara pihak berwenang menegaskan keinginan untuk menegakkan proses hukum terhadap tokoh dan simpatisan yang terkait. Pernyataan resmi ini memperlihatkan bahwa isu kepulangan Hasina terkait erat dengan agenda hukum dan politik domestik di Bangladesh.
Vonis Pengadilan dan Implikasinya
Pada November 2025, sebuah tribunal khusus di Dhaka menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Hasina secara in absentia atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, menurut catatan putusan pengadilan. Vonis tersebut menjadi titik penting yang memperberat risiko hukum bagi Hasina dan menambah tekanan diplomatik antara pihak-pihak yang terlibat.
Kepulangan yang direncanakan diperkirakan akan menimbulkan ketegangan diplomatik antara India dan Bangladesh terkait permintaan ekstradisi dan perlindungan terhadap tokoh politik yang meminta suaka. Para pengamat menilai bahwa jalan pulang Hasina tidak hanya soal politik domestik tetapi juga akan menguji mekanisme kerja sama hukum dan diplomasi bilateral di kawasan.
Potensi Dampak Politik
Kembalinya Hasina, bila terwujud, berpeluang menggerakkan kembali perdebatan politik di Bangladesh dan memicu gelombang protes maupun dukungan yang terorganisir. Situasi ini berpotensi memperdalam polarisasi politik dan menimbulkan konsekuensi jangka panjang bagi stabilitas pemerintahan serta proses hukum yang sedang berjalan.
Hasina menegaskan niatnya untuk menghidupkan kembali jalur kemajuan negara, sementara pemerintah menegaskan kehendak untuk menegakkan putusan pengadilan dan aturan hukum. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada langkah-langkah diplomatik, sikap pemerintah India, serta respons masyarakat dan komunitas internasional terhadap dinamika yang muncul.





