BBC Umumkan Raja Charles Meninggal 3 Kali, Memicu Gempar dan Mengguncang Pasar!

Jakarta, Maret.id — Ofcom, regulator komunikasi Inggris, menyatakan bahwa stasiun Radio Caroline secara tidak sengaja menyiarkan tiga pengumuman pra-rekaman tentang kematian Raja Charles III pada 19 Mei 2026 lalu. Insiden itu mengganggu siaran musik reguler dan memicu pemeriksaan mengenai kepatuhan terhadap kode penyiaran, menurut pernyataan resmi yang dirilis pada 10 Agustus 2026.
Detik-detik kesalahan siaran
Ketiga pengumuman yang tayang pada acara The Barry Marsh Show menyebutkan bahwa Raja Charles III telah meninggal dunia sebelum kemudian diulang satu kali. Setelah pengumuman tersebut, stasiun sempat memutar lagu kebangsaan dan kemudian tercatat sekitar 16 menit keheningan dalam siaran.
Penyebab dan mekanisme kesalahan
Menurut keterangan Radio Caroline kepada regulator, file pra-rekaman untuk pengumuman kematian raja memang disiapkan sebagai bagian dari prosedur darurat dan dilengkapi instruksi ketat. Seorang staf yang sedang melakukan perawatan komputer studio membuka file tersebut karena rasa ingin tahu dan tanpa sengaja memutar isi berkas itu ke udara.
Reaksi di studio dan koreksi siaran
Pembawa acara yang sedang berada di lokasi terpencil tidak menyadari bahwa pengumuman itu telah diputar hingga beberapa menit kemudian, sehingga koreksi baru dilakukan sekitar setengah jam setelah kejadian. Stasiun kemudian menghentikan pemutaran berkas yang salah, kembali ke program reguler, dan pembawa acara menyampaikan permintaan maaf kepada pendengar.
Temuan Ofcom dan pelanggaran kode penyiaran
Ofcom menilai insiden ini melanggar dua aturan dalam Kode Penyiaran Inggris yang menekankan akurasi berita dan kewajiban melakukan koreksi yang cepat bila terjadi kesalahan signifikan. Dalam salah satu poinnya, regulator menegaskan bahwa berita harus dilaporkan dengan akurat dan disajikan secara imparsial.
Tindakan internal Radio Caroline
Manajemen Radio Caroline menyatakan telah menegur staf yang memutar file tersebut dan memindahkan berkas itu ke hard drive eksternal untuk mencegah kejadian serupa. Pihak stasiun juga mengatakan bahwa penyiar dan staf diingatkan kembali tentang prosedur operasi dan keselamatan siaran.
Dampak pada pendengar dan respons publik
Ofcom menerima keluhan dari pendengar yang terganggu oleh gangguan ini, meski jumlah keluhan yang tercatat relatif terbatas. Kesalahan semacam ini menjadi sorotan karena menimpa topik sensitif dan berdampak pada kepercayaan audiens terhadap akurasi informasi di udara.
Langkah ke depan dan pengawasan regulator
Ofcom akan menilai apakah tindakan yang diambil oleh Radio Caroline sudah memadai untuk mencegah pengulangan insiden serupa dan memastikan kepatuhan terhadap kode penyiaran. Regulator berwenang untuk meminta klarifikasi lebih lanjut dan menegakkan sanksi jika ditemukan pelanggaran berat terhadap standar penyiaran.
Radio Caroline adalah stasiun yang dikenal menyiarkan musik dari era 1960-an hingga konten kontemporer, dan kejadian ini memicu diskusi internal tentang pengelolaan arsip siaran darurat. Pihak stasiun mengatakan mereka menangani insiden ini dengan serius dan melakukan evaluasi prosedur operasional demi menjaga kredibilitas serta keselamatan siaran ke depan.





